JAKARTA (8 Mei): Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengapresiasi langkah cepat Polda Riau yang berhasil menangkap pelaku perusakan hutan mangrove untuk dijadikan arang di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Rajiv menilai tindakan tegas tersebut menjadi bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam melindungi sumber daya alam dan menjaga kelestarian ekosistem pesisir yang selama ini menjadi benteng ekologis masyarakat Riau.
“Saya apresiasi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan jajarannya yang membuktikan keseriusannya melindungi ekosistem pesisir dengan menangkap pelaku perusakan hutan mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti,” kata Rajiv dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).
Legislator Partai NasDem itu menegaskan, pengungkapan kasus perambahan dan pengolahan mangrove ilegal menjadi arang merupakan alarm serius bahwa kejahatan lingkungan masih terus berlangsung dan harus ditangani secara luar biasa.
Menurut Rajiv, ekosistem mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Karena itu, perusakan mangrove tidak hanya menjadi pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.
“Ekosistem mangrove sangat vital. Perusakan mangrove bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi ancaman serius terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir,” tegas legislator dari dapil Jawa Barat II itu.
Rajiv juga memastikan Komisi IV DPR RI mendukung penuh langkah Polda Riau untuk mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan mafia lingkungan, pemodal, hingga distribusi hasil produksi ilegal yang diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Ia mengingatkan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia agar tidak lengah dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap ekosistem mangrove.
“Penegakan hukum ekosistem mangrove seharusnya menjadi tugas utama Kementerian Kehutanan. Saya minta Kemenhut tidak lengah dan memperketat pengawasan. Kalau kurang personel, sebaiknya bekerja sama dengan kepolisian setempat,” tutup Rajiv. (*)
0 Komentar