MEDAN (2 Juli): Pemerintah Kota Sukabumi kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Hal tersebut tecermin di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 dalam aksi penanaman pohon di kawasan Taman Cadika Pramuka, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (2/7).
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah melakukan penanaman pohon khas daerah bersama dengan 98 wali kota se-Indonesia.
Penanaman pohon khas daerah ini juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah.
“Menanam pohon adalah menanam kebaikan dan menanam kebenaran, karena menanam pohon sejatinya juga menanam pohon kehidupan. Ini bukan hanya simbolis semata, tetapi juga wujud kepedulian nyata terhadap masa depan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan di kota-kota di Indonesia,” ungkap Ayep Zaki.
Menurut Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi itu, penanaman pohon juga menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat perkotaan. Melalui kegiatan ini, para kepala daerah ingin menunjukkan komitmen kolektif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, polusi, dan penurunan kualitas udara.
“Melalui penanaman pohon jambu bol ini, saya berharap nilai-nilai kebaikan dan kebenaran terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi semangat bersama dalam membangun Indonesia yang lebih baik ke depan,” tegas Ayep Zaki.
Ayep juga mengajak seluruh warga Kota Sukabumi untuk tidak bosan menanam pohon. Sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta, Kota Sukabumi harus rimbun, karena banyaknya pohon juga bisa menghasilkan udara yang bersih.
“Jika Kota Sukabumi rimbun, sejuk, tentu masyarakatnya juga akan sehat karena menghirup udara yang bersih,” pungkas Ayep Zaki.
(WH/*/AS)
0 Komentar