Home / Berita / Berita
Berita

Rico Waas: Buku Surya Palohisme Hadirkan Nilai Kepemimpinan dan Pengabdian

📅 26 Jul 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

MEDAN (26 Juli): Wali Kota Medan yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatra Utara (Sumut) Rico Waas mengapresiasi peluncuran buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Surya Palohisme karya Ketua DPW Partai NasDem Sumut Iskandar ST.

Rico Waas menyebut, peluncuran buku tersebut menjadi sebuah kehormatan sekaligus momentum untuk mengenal lebih jauh nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian yang diwariskan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

“Buku ini tidak hanya merekam perjalanan pengabdian seorang tokoh, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kepemimpinan, keteguhan, dan semangat pengabdian yang menjadi inspirasi bagi banyak orang,” kata Rico Waas saat menghadiri peluncuran buku tersebut di Medan, baru-baru ini.

Menurutnya, karya tersebut mengajak pembaca memahami bahwa kepemimpinan sejati lahir dari konsistensi dalam berkarya dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

“Semoga buku ini menjadi literatur yang bermanfaat, memperkaya wawasan, serta menginspirasi generasi penerus untuk terus berkarya, mengabdi, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Buku tersebut dipersembahkan Iskandar ST kepada Surya Paloh yang baru memperingati ulang tahun ke-75. Iskandar mengatakan, buku itu lahir dari perjalanan panjang Surya Paloh selama 75 tahun kehidupan dan lebih dari 60 tahun di dunia pergerakan, organisasi, dan politik.

Selama 15 tahun berada di Partai NasDem, Iskandar mengaku telah menjadi kader, murid, sahabat perjuangan, sekaligus anak ideologis Surya Paloh. Dari perjalanan tersebut, ia mengaku mendengar, melihat, dan merasakan langsung pikiran, ucapan, serta tindakan Surya Paloh yang konsisten.

Peluncuran buku dihadiri lebih dari 400 tamu undangan, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Sekjen DPP Partai NasDem Hermawi Taslim, para kepala daerah, Sultan dan Raja Adat se-Sumatera Utara, serta tokoh agama, budaya, masyarakat, rektor, dan civitas akademika.

(WH/AS)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *