DEPOK (11 September): Anggot Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Dini Rahmania mendorong agar Diklat Petugas Haji perbanyak materi dan praktik manasik.
Dini menekankan pentingnya pembekalan petugas haji sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448H/2027M.
“Pembekalan fisik dan kemampuan teknis tentu penting. Tetapi saya mendorong agar materi dan praktik mengenai manasik serta ibadah juga diperbanyak dalam Diklat petugas haji,” ungkap Dini dalam kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).
Di lapangan, tambah Dini, jamaah tidak mau tahu seorang petugas bertugas di bidang apa, apakah pelayanan, kesehatan, akomodasi, transportasi atau bidang lainnya. Bagi jamaah, ketika melihat seseorang memakai atribut petugas haji, maka orang tersebut adalah tempat untuk bertanya dan meminta bantuan, termasuk ketika mereka menghadapi persoalan dalam menjalankan ibadah.
“Karena itu, kalau sudah menjadi petugas haji, setidaknya harus memiliki pemahaman dasar tentang manasik dan rangkaian ibadah haji. Bukan berarti semua petugas harus menjadi pembimbing ibadah, tetapi mereka harus punya bekal yang cukup ketika jamaah membutuhkan bantuan,” papar Dini.
Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Probolinggo – Pasuruan) ini juga mendorong agar pembekalan tidak hanya berhenti pada materi, tetapi praktik manasik dan ibadahnya juga diperbanyak. Petugas perlu benar-benar memahami dan mempraktikkan rangkaian ibadah, sehingga lebih siap ketika berada di tengah-tengah jamaah di Tanah Suci.
“Saya berharap, petugas haji tidak hanya siap secara fisik dan teknis, tetapi juga siap ketika jamaah membutuhkan bantuan terkait ibadah. Dengan begitu, jamaah bisa merasa lebih aman, tenang, dan fokus menjalankan ibadahnya,” pungkas Dini. (najib/*)
0 Komentar