JAKARTA (28 Juli): Dorong pembangunan sektor pendidikan dan ekonomi yang selaras untuk mewujudkan ekosistem kreatif yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan ekonomi kreatif di Tanah Air.
“Ekonomi kreatif yang mengandalkan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu peluang bangsa ini untuk bangkit menghadapi ketidakpastian global saat ini,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2026).
Menurut Lestari, tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan ekosistem kreatif yang melahirkan ekonomi kreatif, cukup besar.
Tantangan tersebut, antara lain, dalam bentuk kurikulum yang tidak relevan dengan kebutuhan industri, kualitas guru dan infrastruktur yang belum memadai, serta kurangnya sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan.
Belum lagi, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, kendala keterbatasan anggaran pendidikan, ketimpangan akses pendidikan, hingga budaya yang belum sepenuhnya menghargai pendidikan vokasi.
Padahal, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, laporan Future of Jobs Report oleh World Economic Forum mengungkapkan bahwa 59% pekerja di dunia membutuhkan keterampilan baru agar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Selain itu, tambah Rerie, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025, atau setara 18,70% dari total penduduk bekerja.
Kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga terus menguat, mencapai Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional pada 2024.
Menurut Rerie, potensi yang besar tersebut harus segera dijawab dengan sistem pendidikan adaptif yang mampu merespos pergeseran kebutuhan industri.
Selain itu, tambah anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, diperlukan juga peta jalan riset dan inovasi nasional yang jelas dan terintegrasi, dalam pengembangan ekosistem kreatif nasional.
“Gerak bersama dan kolaborasi yang kuat semua pihak terkait sangat dibutuhkan dalam upaya mewujudkan ekosistem kreatif nasional yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air,” pungkas Rerie. (*)
0 Komentar