JAKARTA (28 Juli): Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem Gias Kumari Putra mendorong masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah mengurangi beban pengelolaan sampah di Jakarta. Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup mengandalkan fasilitas pengolahan, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
“Pemerintah sudah mendorong pemilahan sampah dari sumbernya Instruksi Gubernur (Ingub) No. 5 Tahun 2026 tentang pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya. Program ini bisa sangat butuh dukungan semua pihak,” ujar Gias di Jakarta, Senin (27/7).
Gias menilai, bank sampah di tingkat lingkungan perlu terus diperkuat agar pemanfaatan sampah lebih optimal. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, bank sampah juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi warga.
“Kalau masyarakat sudah memilah sampah dari rumah, bank sampah di tingkat RW bisa berjalan lebih optimal. Sampah plastik bisa dikelola dan memiliki nilai ekonomi, sementara itu sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun produk lainnya,” katanya.
Meski demikian, Gias yang juga Bendahara DPW Partai NasDem DKI Jakarta itu juga mengakui membangun kebiasaan memilah sampah tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat terbiasa mengelola sampah sejak dari rumah.
“Ini bukan sesuatu yang mudah dilakukan dengan cepat. Karena itu, sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat terbiasa memilah dan memanfaatkan sampah mulai dari rumah,” tegasnya.
Ia berharap, kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mengurangi volume sampah yang selama ini masih bergantung pada tempat pembuangan akhir.
(FM/WH/AS)
0 Komentar