Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Distribusi Buku Hendaknya Dibarengi Gerakan Penguatan Minat Baca

📅 03 Agu 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (3 Agustus): Pendistribusian buku bacaan harus dibarengi dengan strategi masif menumbuhkan minat baca agar buku yang didistribusikan secara signifikan mampu meningkatkan literasi anak bangsa.

“Distribusi buku adalah langkah awal yang penting untuk mengatasi salah satu problem utama literasi, yaitu rendahnya akses terhadap bahan bacaan bermutu. Namun, tanpa diikuti upaya peningkatan minat dan budaya baca, program ini dikhawatirkan tidak akan mencapai tujuan utamanya,” ujar Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/8/2026).

Pada akhir pekan lalu, Menteri Pendidikan Dasar Menengah Abdul Mu’ti di Kudus, Jawa Tengah, secara simbolis mendistribusikan 5,54 juta eksemplar buku bacaan ke 24.609 sekolah di seluruh Indonesia, dengan tujuan meningkatkan literasi pelajar di tanah air.

Data terbaru Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang dirilis Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada Maret 2026 menunjukkan skor nasional baru mencapai 40,6 yang masih tergolong dalam kategori rendah.

Lebih lanjut, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 mencatat kemampuan pemahaman tekstual siswa baru mencapai 49,21%, dan pemahaman inferensial hanya 43,21%, mengindikasikan fondasi literasi yang belum kuat.

Rerie, sapaan akrab Lestari, menyoroti sejumlah kendala klasik yang menghambat peningkatan literasi seperti kesenjangan antardaerah, kuatnya budaya lisan, harga buku yang relatif mahal, dan kurangnya dukungan lingkungan keluarga.

Selain itu, tambah dia, meskipun penetrasi internet tinggi, skor indeks literasi digital nasional pada 2025 masih stagnan di angka 44,53.

“Akses teknologi saja tidak cukup tanpa dibarengi peningkatan kemampuan literasi digital itu sendiri,” tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong agar program literasi tidak berjalan sendiri-sendiri.

Rerie berpendapat bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pegiat literasi, dan masyarakat harus diperkuat melalui aksi konkret.

“Bangsa dengan aspek literasi rendah akan tertatih-tatih dalam bersaing di kancah global. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk bergerak bersama meningkatkan literasi setiap anak bangsa. Tidak ada kata instan, yang ada adalah kolaborasi yang berkelanjutan untuk mewujudkannya,” pungkas Rerie. (*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *