JAKARTA (19 Agustus): Semangat anak-anak muda Nusa Tenggara Timur (NTT) terasa hangat saat Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menemui Kontingen Pramuka Kota Kupang dan kontingen Sumba Timur di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Kedatangan mereka ke Jakarta untuk mengikuti Jambore Nasional XII di Buperta Cibubur, sebuah perkemahan akbar lima tahunan yang mempertemukan belasan ribu Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Viktor menyambut para peserta dalam suasana penuh keakraban. Puluhan anggota Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kupang dan Kwarcab Sumba Timur menjadi bagian dari Kontingen Provinsi NTT yang berjumlah 756 anggota.
“Semangat mereka begitu hidup. Mereka datang membawa nama Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur dan NTT, sekaligus membawa cerita tentang anak-anak muda dari Timur Indonesia yang tumbuh dengan keberanian, kebersamaan, dan harapan,” kata Viktor.
Bagi Viktor, pengalaman mengikuti Jambore Nasional memiliki arti penting bagi pembentukan karakter generasi muda. Perkemahan, persahabatan lintas daerah, kedisiplinan, serta berbagai kegiatan bersama menjadi ruang belajar yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas.
“Pramuka memiliki tempat penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, berkarakter kuat, dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan. Karakter tumbuh melalui kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan keberanian untuk hadir serta memberi manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Viktor yang pernah menjabat Gubernur NTT periode 2018–2023, mendorong Gerakan Pramuka untuk semakin dekat dengan persoalan kemanusiaan. Menurut dia, nilai kepedulian yang ditanamkan dalam kegiatan kepramukaan perlu diwujudkan dalam kesiapsiagaan membantu masyarakat ketika bencana terjadi.
Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki potensi besar untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam menghadapi situasi darurat. Melalui Pramuka Peduli, anggota dapat dibekali keterampilan dasar untuk mendukung evakuasi, distribusi bantuan, pelayanan bagi warga terdampak, hingga pendampingan bagi masyarakat yang menghadapi situasi sulit.
“Pramuka harus semakin aktif dan tanggap terhadap persoalan kemanusiaan. Ketika bencana terjadi, anak-anak muda perlu memiliki pengetahuan, keberanian, dan kepedulian untuk membantu sesama,” tutur Viktor.
Di hadapan para peserta, Viktor juga menitipkan pesan sederhana tentang bagaimana mereka membawa identitas NTT selama mengikuti Jamnas XII.
“Bawalah nama NTT dengan hati yang besar. Tunjukkan bahwa dari Timur Indonesia tumbuh generasi yang berani bermimpi, kuat dalam karakter, sigap ketika sesama membutuhkan, dan siap bekerja untuk masa depan,” katanya.
Jamnas, bagi Viktor, juga merupakan kesempatan bagi anak-anak muda NTT untuk membuka cakrawala. Mereka dapat bertemu dengan teman sebaya dari berbagai penjuru Indonesia, mengenal keberagaman, sekaligus belajar bahwa Indonesia dibangun dari begitu banyak pengalaman dan latar belakang.
Ia pun meminta para peserta menikmati seluruh proses selama berada di Cibubur. Pengalaman yang diperoleh diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi dibawa pulang untuk menjadi energi baru di lingkungan masing-masing.
“Selamat mengikuti Jambore Nasional XII. Nikmati setiap proses, bangun persahabatan, serap pengalaman, dan pulanglah membawa semangat baru. Jadilah bagian dari perubahan di tanah kelahiran kita,” ujar Viktor.
Generasi muda NTT, pesan Viktor, harus tumbuh dengan karakter yang kuat, memiliki kepedulian terhadap sesama, dan berani membawa nama daerah dengan bangga ke mana pun mereka melangkah. (bronto/*)
0 Komentar