BOGOR (4 Oktober): Sebanyak 250 pengurus Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) tingkat desa Partai NasDem dari delapan kecamatan di Kabupaten Bogor resmi dilantik di Gedung Serbaguna Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/10/2026).
Pelantikan tersebut mencakup pengurus DPRt dari Kecamatan Cijeruk, Ciawi, Cisarua, Mega Mendung, Ciomas, Caringin, Tamansari, dan Cigombong. Prosesi dipimpin langsung oleh Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bogor, Dr. dr. Friedrich M. Rumintjap.
Hadir pula sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor, di antaranya Fahirmal Fahim (Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Bogor sekaligus Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Bogor), Azwar Anas (Ketua Bappilu DPD Partai NasDem, anggota DPRD Kabupaten Bogor), dan Santi Nur Sadiman (Bendahara DPD Partai NasDem, anggota DPRD Kabupaten Bogor). Selain itu, kegiatan itu dihadiri pula perwakilan pengurus DPW Partai NasDem Jawa Barat, Arifin, S.Hut. (Wakil Ketua Bidang Kehutanan DPW Partai NasDem).
Selain seremoni pelantikan, kegiatan ini juga menjadi ajang pendidikan politik bagi para pengurus. Dalam sambutannya, Ketua DPP Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menegaskan bahwa politik tidak boleh dimaknai semata sebagai perebutan kekuasaan, melainkan harus menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kekuasaan yang kita pegang harus menjadi wasilah kebaikan bagi masyarakat. Politik harus berangkat dari pikiran-pikiran baik dan spirit restorasi atau perubahan,” ujar Asep.
Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) yang akrab disapa Kang AW itu mengaku menemukan kenyamanan berpolitik di NasDem.
Menurutnya, Partai NasDem lahir dari gagasan besar dan semangat pengabdian, antara lain melalui prinsip politik tanpa mahar yang konsisten dijaga DPD Partai NasDem Kabupaten Bogor, sekaligus merawat tradisi kesetaraan di antara sesama kader.
Ia menilai, prinsip kesetaraan sebagaimana diteladankan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh — yang terbukti mendorong bertambahnya jumlah kursi Partai NasDem di Kabupaten Bogor — harus ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar politik untuk memperbesar kemaslahatan bagi masyarakat.
“Tidak ada perkumpulan dan persatuan yang dapat terbangun serta terkonsolidasi tanpa spirit kesetaraan di antara para pemangku kepentingan. Pada akhirnya, kemanfaatan bagi rakyat tidak akan hadir tanpa pikiran dan gerakan yang solid dari partai politiknya,” pungkasnya. (taufik/*)
0 Komentar