NAGEKEO (23 Agustus): Sepekan setelah gempa mengguncang Flires, Nusa Tenggara Timur (NTT), warga Desa Ngolombay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, masih bertahan di tenda-tenda darurat karena takut kembali ke rumah. Sebagian bangunan mengalami kerusakan, sementara gempa susulan masih terjadi.
Warga memilih tidur di ruang terbuka meski tenda yang digunakan belum layak untuk tempat tinggal dalam waktu lama. Pada siang hari, tenda terasa panas, sedangkan malam hari menjadi dingin.
“Tenda yang digunakan warga ini sebagian besar tenda darurat. Kondisinya belum layak untuk tempat tinggal dalam waktu lama. Siang panas, sementara malam cukup dingin,” kata Kepala Desa Ngolombay, Kusnadi Laro, Sabtu (22/8/2026).
Kebutuhan utama warga saat ini adalah pangan, air bersih, alas tidur, dan tenda yang lebih layak. Air bersih menjadi persoalan karena harus digunakan untuk minum, memasak, mencuci, serta kebutuhan sehari-hari lainnya.
Kusnadi mengatakan bantuan pangan yang diterima warga biasanya hanya cukup untuk satu atau dua hari karena harus dibagi kepada banyak keluarga.
“Kalau bantuan dibagi, biasanya hanya cukup untuk satu atau dua hari makan. Karena itu kebutuhan pokok tetap sangat penting bagi warga,” ujarnya.
Kondisi di tenda juga berdampak pada kelompok rentan, terutama bayi, balita, dan lanjut usia. Sejumlah warga mulai mengalami gangguan kesehatan, termasuk demam.
“Yang paling berat anak-anak kecil dan lansia. Mereka membutuhkan perhatian kesehatan karena kondisi di tenda seperti ini tidak mudah,” kata Kusnadi.
Desa Ngolombay berada sekitar 65 kilometer dari titik episentrum gempa. Kerusakan bangunan umumnya terjadi pada tembok yang runtuh atau retak akibat guncangan. Meski sebagian rumah masih dapat digunakan, warga memilih tetap berada di luar rumah hingga situasi dinilai aman.
Pemerintah desa telah mendata warga terdampak dan menyampaikan informasi tersebut kepada dinas terkait. Data itu mulai ditindaklanjuti melalui survei lapangan.
“Pendataan sudah ada dan sudah kami sampaikan kepada dinas terkait. Informasinya, petugas mulai turun untuk melakukan survei,” ujar Kusnadi.
Di tengah kebutuhan tersebut, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, mengunjungi Desa Ngolombay, Sabtu (22/8/2026) sore. Ia membawa 250 paket sembako dan berdialog dengan warga mengenai kebutuhan yang masih mendesak.
Bantuan berupa beras, telur, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya disalurkan kepada warga di sekitar RT 4 serta keluarga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Kusnadi mengatakan bantuan tersebut menjadi dukungan pertama yang diterima pemerintah desa dari DPR RI.
“Untuk bantuan dari DPR RI, ini yang pertama kami terima dari Ibu Julie. Kami bersyukur dan berterima kasih atas kedatangan beliau serta perhatian kepada masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Julie mengatakan kebutuhan dasar warga harus menjadi prioritas selama mereka belum dapat kembali ke rumah. Makanan, air bersih, tempat berteduh, dan layanan kesehatan, menurut dia, perlu dipastikan tersedia, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan dasar warga harus menjadi perhatian utama. Makanan, air bersih, tempat berteduh, serta kebutuhan kesehatan harus dipastikan tersedia, terutama bagi anak-anak dan lansia,” kata Julie.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan kerusakan rumah dan kondisi warga agar bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Julie mengatakan kunjungan ke wilayah terdampak dilakukan untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang masih bertahan secara mandiri, termasuk mereka yang tinggal di tenda darurat dan menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar.
“Selama masih ada warga yang bertahan di tenda dan membutuhkan makanan, air bersih, serta dukungan kesehatan, perhatian kita harus tetap hadir. Pemulihan harus berjalan sampai warga benar-benar merasa aman dan dapat kembali menata kehidupan,” ujar Julie. (bronto/*)
0 Komentar