JAKARTA (22 September): Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Dini Rahmania meminta Menteri Agama (Menag) mengevaluasi kebijakan pengangkatan Akh Muzakki sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026-2030.
Desakan tersebut menyusul rangkaian aksi penolakan terhadap Akh Muzakki oleg mahasiswa UINSA belakangan ini.
“Kami minta Menteri Agama melakukan evaluasi menyeluruh, secara objektif dan transparan terhadap pengangkatan rektor UINSA,” ungkap Dini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI dengan Forum Komunikasi untuk Perubahan (FKUP) UINSA Surabaya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Probolinggo – Pasuruan) itu mengatakan, pemimpin perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan legitimasi formal.
“Rektor juga butuh penerimaan dan tingkat kepercayaan yang memadai dari civitas akademika agar proses pendidikan di kampus berjalan baik,” jelasnya.
Jika dalam evaluasi Kementerian Agama nanti terdapat pelanggaran aturan, maka dia mendukung upaya pergantian Rektor UINSA sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
“Saya mendukung proses pergantian sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ketua DPD NasDem Kabupaten Probolinggo itu mengingatkan, bahwa hal itu penting untuk segera disikapi demi menjaga marwah perguruan tinggi Agama Islam sebagai lembaga pendidikan yang mencetak generasi yang unggul dan berakhlak.
Gelombang aksi penolakan Akh Muzakki sebagai Rektor UINSA Surabaya untuk kedua kalinya terjadi sejak hari pertama usai dilantik Selasa (15/9/2026). Kelompok mahasiswa dari berbagai fakultasi menggelar aksi menduduki rektorat, membakar bekas hingga menyegel pintu gerbang kampus untuk melumpuhkan aktifitas perkuliahan.
Bukan hanya mahasiswa, sebagian dosen juga mogok mengajar sehingga aktifitas belajar mengajar di dua kampus UINSA lumpuh. (najib/*)
0 Komentar