Home / Berita / NasDem
NasDem

Teguh Iswara: Anak Muda Jangan Hanya Jadi Objek Politik

📅 10 Okt 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (10 Oktober): Pendidikan politik sejak dini dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045. Pemahaman mengenai demokrasi dan kehidupan bernegara diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya memahami hak politiknya, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Teguh Iswara Suardi, saat menjadi panelis dalam kegiatan Remaja Bernegara (RBN) Angkatan ke-29 di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10).

Menurut Teguh, Indonesia akan menghadapi perubahan komposisi penduduk pada 2045, ketika kelompok usia produktif diproyeksikan memiliki proporsi lebih besar dibandingkan dengan kelompok usia nonproduktif. Kondisi tersebut menjadikan peningkatan pemahaman politik generasi muda sebagai salah satu hal yang perlu dipersiapkan sejak sekarang.

“Menurut saya, hal ini sangat penting. Jika melihat proyeksi ke depan, pada 2045, Indonesia akan memasuki era Indonesia Emas, di mana jumlah penduduk usia produktif diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan usia nonproduktif. Oleh karena itu, pendidikan politik perlu ditanamkan sejak dini,” kata Teguh.

Teguh mengungkapkan, pendidikan politik sejak dini sangat penting untuk persiapan menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, pemilih dari kalangan generasi muda akan memiliki peran dalam menentukan hasil pemilihan. Karena itu, pemahaman mengenai proses demokrasi perlu dibangun agar anak muda dapat mengambil keputusan politik secara sadar dan bertanggung jawab.

“Jika kita melihat dari perspektif politik, khususnya pada Pemilu 2029, jumlah pemilih akan didominasi oleh kalangan muda, mulai dari generasi milenial, Generasi Z, hingga Generasi Alfa yang nantinya mulai memasuki usia pemilih,” ujarnya.

Legislator muda Partai NasDem ini berharap, generasi muda tidak hanya menjadi sasaran dalam dinamika politik, tetapi juga memiliki pemahaman dan ruang untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi serta pembangunan nasional.

“Kita berharap generasi muda tidak lagi hanya menjadi objek politik, tetapi juga mampu menjadi subjek yang berperan aktif dalam menentukan arah pembangunan bangsa ke depannya,” pungkasnya. (FM)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *