JAKARTA (2 November): Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
Ia menyebut amanah sebagai wakil rakyat merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan kepada seluruh masyarakat, bukan hanya kepada keluarga, sahabat, maupun para pendukungnya.
“Ketika saya sudah menerima amanah, saya bukan lagi milik keluarga saya. Saya bukan milik para sahabat saya. Tapi saya milik masyarakat Kabupaten Bandung dan Bandung Barat,” tegas Rajiv dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Rajiv mengatakan, komitmennya terhadap masyarakat Bandung dan Bandung Barat telah dimulai sejak pandemi covid-19 sekitar lima tahun lalu. Pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan dan pengabdiannya bersama masyarakat hingga kini.
“Kalau saya mengingat kembali lima tahun lalu, saya mulai membantu masyarakat Bandung ketika ada covid-19. Dari situlah perjalanan saya bersama masyarakat dimulai,” ungkapnya.
Ia menuturkan, refleksi perjalanan tersebut menjadi pengingat agar dirinya tidak melupakan janji kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan. Bahkan, Rajiv meminta masyarakat untuk tidak kembali memilihnya apabila kelak dirinya melupakan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
“Jangan pernah pilih saya lagi kalau setelah terpilih saya lupa kepada masyarakat Kabupaten Bandung dan Bandung Barat. Jangan pernah pilih saya lagi kalau saya lupa,” tegasnya.
Menurut Rajiv, perjuangan masyarakat turut menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya hingga dapat duduk sebagai Anggota DPR RI. Karena itu, ia menegaskan tidak akan membatasi pelayanan hanya kepada masyarakat yang mendukungnya saat pemilihan.
“Mau yang kalah, mau yang menang, semuanya saya datangi. Karena saya adalah wakil masyarakat Kabupaten Bandung dan Bandung Barat. Saya enggak cuma datangi relawan saya karena dia banyak suaranya. Saya datangi juga tempat di mana saya kalah, agar dia sadar, ternyata wakil ini yang benar,” jelasnya.
Rajiv juga mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap berbagai kegiatan dan upaya penyerapan aspirasi yang dilakukannya. Ia menyebut telah menjangkau 555 titik di wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
“Saya melihat antusiasmenya, saya juga pusing, di luar ekspektasi. Sudah 555 titik,” ujarnya.
Ia memastikan berbagai keluhan masyarakat terus ditindaklanjuti secara bertahap. Rajiv berharap, upaya tersebut dapat membantu mengurangi beban masyarakat sebelum memasuki periode berikutnya.
“Keluhan-keluhan itu satu per satu kita penuhi, kita jalani. Pelan-pelan saya usahakan, sebelum periode berikutnya paling tidak bisa mengurangi beban mereka,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rajiv menyebut persoalan desil di tengah masyarakat menjadi salah satu isu yang banyak mendapat perhatian. Selain itu, aspirasi petani, termasuk kebutuhan pembangunan jalan usaha tani, juga menjadi perhatian yang terus diupayakan.
“Paling hot kemarin desil di tengah masyarakat. Kedua, para petani, standar, saya bisa penuhi. Jalan usaha tani kita bantu, karena hari ini efisiensi ada di mana-mana,” pungkasnya. (*)
0 Komentar