JAKARTA (7 November): Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, menilai kunjungan delegasi US Capstone ke Komisi I DPR RI menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat (AS), khususnya di bidang pertahanan.
Pernyataan tersebut disampaikan Andina saat menghadiri pertemuan Komisi I dengan delegasi US Capstine di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Andina mengatakan, salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah hubungan antara DPR dan pemerintah, khususnya terkait dukungan parlemen terhadap anggaran pertahanan.
“Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik utama yang dibahas adalah hubungan antara DPR dan pemerintah, khususnya terkait dukungan parlemen terhadap anggaran pertahanan,” ujar Andina.
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut memiliki arti penting karena delegasi Capstone bukan merupakan kelompok akademik biasa. Capstine merupakan program executive education National Defense University yang diwajibkan bagi perwira baru berpangkat jenderal atau laksamana Amerika Serikat.
“Pertemuan ini penting karena peserta Capstone bukan delegasi akademik biasa. Capstone adalah program executive education National Defense University yang diwajibkan bagi perwira baru berpangkat jenderal/laksamana Amerika Serikat. Mereka adalah kelompok pemimpin senior yang berpotensi memegang posisi komando, staf gabungan, atau jabatan strategis lainnya,” jelasnya.
Menurut Andina, kunjungan tersebut juga berjalan beriringan dengan komitmen baru antara Menteri Pertahanan RI dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk meningkatkan status kerja sama kedua negara menjadi Major Defense Cooperation Partnership.
“Dalam konteks hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika, Kunjungan CAPSTONE ini berjalan beriringan dengan komitmen baru antara Menteri Pertahanan RI dan Menhan AS untuk meningkatkan status kerja sama menjadi Major Defense Cooperation Partnership. Kerja sama ini mencakup modernisasi pertahanan, perluasan latihan gabungan (seperti Super Garuda Shield), dan pengembangan pendidikan militer profesional. Ini adalah hal yang baik dalam mengembangkan ekosistem pertahanan kita,” ungkap Andina.
Lebih lanjut, Andina berharap kerja sama pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat dapat terus berlanjut dan semakin erat. Ia menyebut sejumlah bidang yang perlu diperkuat, mulai dari latihan militer bersama hingga modernisasi alutsista.
“Harapannya adalah keberlanjutan kerja sama pertahanan yang erat, seperti latihan militer tahunan skala besar Super Garuda Shield, pengembangan kapasitas maritim, serta program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Hubungan pertahanan ini dibangun di atas prinsip saling menghormati tanpa mengganggu prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif,” pungkasnya. (gema/*)
0 Komentar