Hamdhani Beri Kuliah Umum Ketahanan Pangan di UM Palangka Raya

0

PALANGKA RAYA, (Maret): Wilayah Kalimantan Tengah mempunyai 90% areal pertanian yang terdiri dari lahan gambut. Ini harus mendapat perhatian lebih jika ingin mewujudkan ketahanan pangan nasional. Itulah sedikit kutipan dari kuliah umum H. Hamdhani, S.IP., M.Sos, anggota DPR-RI Fraksi NasDem di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya akhir Maret lalu.

“Oleh karena itu, Komisi IV DPR RI terus mendorong pemerintah untuk mengucurkan program stimulan bagi para petani di Kalteng. Hambatan kita banyak, selain lahan yang sulit, produktivitas rendah, juga sumber daya manusia yang terbatas,” ujar Hamdhani yang duduk di komisi IV dan membidangi masalah Pertanian, Pangan, Maritim dan Kehutanan.

Acara yang mengangkat tema “Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kalimantan Tengah dan Pasar Bebas ASEAN” ini dilangsungkan di Aula PWM Kalimantan Tengah. Paling tidak lebih dari 155 mahasiswa hadir di acara yang terlaksana atas kerja sama Pihak Universitas dengan Fakultas Pertanian dan Kehutanan UM Palangka Raya.

“Ketahanan dan kedaulatan pengan menjadi PR besar bagi bangsa ini. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, lahan yang luas, tapi belum bisa kita manfaatkan secara maksimal,” papar Hamdhani dalam kuliah umumnya.

Menurut Ketua Panitia Pienyani Rosawanti, S.P., M.Si materi yang dipaparkan narasumber sangat bermanfaat, khususnya bagi warga Kalimantan Tengah.

“Kestabilan dan keseimbangan antara ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan dalam jangka panjang. Jika semuanya itu tercapai maka kita akan mampu bersaing dalam pasar bebas ASEAN dalam memanfaatkan sumber daya dan potensi yang ada di Indonesia pada umumnya dan khususnya di Kalimantan Tengah,” kata Rosawanti.

Sejalan dengan hal tersebut Dekan Fapertahut UM Palangkaraya, Siti Maimunah, S.Hut., M.P mengatakan siap untuk menjadi mitra dan fasilitator dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kalimantan Tengah.

“Hal ini telah dibuktikan dengan adanya kawasan Agroforestry seluas 200 ha di Hutan Pendidikan Mungku Baru (Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus) Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Namun, hal yang menjadi kendala dalam antara lain: keterbatasan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dan transportasi di kawasan tersebut,” terang Siti.(*)

Leave a Reply

%d bloggers like this: