Masalah Air Warga Jeneponto hingga Tahanan Narkoba

0

MAKASSAR (8 Agustus): Di masa reses persidangan ke empat DPR RI tahun 2015-2016, anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Akbar Faisal, mengunjungi sejumlah tempat di Makassar memenuhi panggilan konstitusionalnya.  Salah satunya Akbar menemui warga Jeneponto yang mengeluhkan ketersediaan air, Kamis (4/8). Setelah mendengar keluhan warga, tak lama kemudian Akbar mengeluarkan handphonenya.

“Halo, Mas Suhendra. Ini saya sedang bersama warga Jeneponto yang mengeluhkan minimnya perhatian negara di sini, khususnya tentang pemenuhan kebutuhan air, tolong jelaskan ya”, ucap Akbar Faizal melalui telepon yang diperdengarkan langsung (loud speaker) di hadapan warga yang hadir. Suhendra Prawira Negara, adalah Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum. Suhendra dihubungi Akbar karena sang menteri tak berhasil dihubungi.

Warga yang mendengar langsung perbincangan tersebut, tampak sumringah dan takjub dengan gaya Akbar yang begitu terbuka.

“Saya minta (tolong) sampaikan kepada Pak Menteri, saya menelepon dan meminta agar dicarikan jalan keluar yang konkrit di sini,” ucap Akbar masih dengan handphonenya.

akbar faisal 1

Di waktu yang berbeda, Akbar hadir di tengah masyarakat binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bulukumba. Riuh hukuman mati yang baru saja dilaksanakan di Cilacap terhadap bandar narkoba, memberinya inspirasi untuk melihat secara langsung tahanan kejahatan narkotika.

“Siapa yang masuk karena kasus narkoba?” Tanya Akbar di antara ratusan tahanan yang ditemuinya. Satu persatu tangan para tahanan ngacung. Sambil menggelengkan kepala, Akbar tampak menarik napas panjang tanda prihatin.

“Sudah terlalu banyak air mata jatuh karena narkoba. Tidak sadarkah kalian saudaraku semua, bahwa apa yang telah kalian lakukan bukan saja melukai dirimu sendiri tetapi juga keluargamu, anakmu, istrimu,” ungkap Akbar dengan penuh perasaan.

Di akhir pertemuan dengan tahanan, Akbar yang juga pegiat teater ini mengajak para tahanan untuk mengangkat sumpah.

“Saya berjanji dan bersumpah, atas nama Allah tidak akan menyentuh narkoba lagi dan akan berusaha mengembalikan harkat dan martabat keluarga saya,” bimbingnya dalam keheningan di hadapan tahanan.(*)

Leave a Reply

%d bloggers like this: