Dikaji Izin Impor Sapi oleh Koperasi Peternak

0

LAMONGAN (10 Oktober): Pemerintah berencana memberikan izin impor sapi bakalan kepada para peternak yang tergabung dalam koperasi binaan supaya keberlanjutan produksi dan kebutuhan protein masyarakat terus terpenuhi.

“Kami minta kelompok peternak dibentuk sebagai koperasi. Saya sudah bicara dengan Menteri Koperasi dan UKM, nantinya koperasi itu akan diberikan izin impor atau fasilitas impor sapi bakalan untuk penggemukan, empat bulan bisa dipotong,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam acara Panen Pedet (anak sapi) Hasil Inseminasi Buatan 2016 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (8/10).

Enggartiasto mengatakan skema itu akan dicoba di Jawa Timur dengan mengedepankan bagaimana para peternak tetap mendapatkan penghasilan pada saat menunggu proses inseminasi dan juga pengembangbiakan sapi-sapi indukan yang sudah ada.

“Para peternak masih perlu mendapatkan penghasilan pada saat proses membesarkan anak sapi itu. Kami akan persiapkan dan kami akan segera mengambil langkah agar para peternak bisa sejahtera. Jika tidak, sapi indukan itu akan dipotong lagi karena ada kebutuhan bagi peternak itu sendiri,” tambah Enggartiasto.

Berdasarkan catatan, dalam usaha pembesaran sapi mulai dari pedet atau anak sapi hingga menjadi sapi dewasa, para peternak akan mengalami kesulitan secara finansial karena selama kurun waktu 1,5 tahun tersebut peternak hanya mengeluarkan biaya produksi tanpa ada hasil yang diperoleh.

Enggartiasto mengakui rencana itu membutuhkan pendanaan. Namun, hal itu akan disiapkan pemerintah setelah Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menyatakan Pemprov Jatim bersedia menjadi penjamin pinjaman kredit bagi para peternak tersebut.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengakui peran koperasi di bidang usaha peternakan penggemukan dan pembibitan sapi saat ini belum optimal.*

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: