Kemanusiaan Lebih Penting dari Politik

0

BANYUWANGI, JATIM (1 Juli): Kegiatan sosial tetap dilangsungkan Garnita Malahayati NasDem Banyuwangi, Jawa Timur, meski bulan suci Ramadan telah usai.  Dengan menggandeng sebuah lembaga yang menaungi praktisi hipno terapi di Bali, Garnita NasDem Banyuwangi menggelar pelatihan terapi ‘Tapping’, Jumat (30/06) di Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah, Banyuwangi. Mereka menyasar keluarga pasien. Di sini mereka diajari untuk bisa melakukan terapi pijat, dengan metode self hilling. Atau keahlian memijat pada diri sendiri.

“Semua orang tahu, para keluarga pasien ini pasti merasa sangat tertekan, mereka juga pasti lelah, capek, tapi mereka tidak bisa mengeluh karena harus merawat keluarganya yang sakit. Dengan pelatihan terapi Tapping diharapkan mereka bisa meregangkan stress serta menghilangkan rasa pegal akibat capek,” papar Ketua Garnita Malahayati, DPD NasDem Banyuwangi, Erna Agustin.

Lebih jauh Erna juga menjelaskan, terapi Tapping terhitung baru bagi masyarakat umum, maka tak perlu heran jika keluarga pasien banyak yang tertarik untuk belajar. Perlahan tapi pasti raut wajah mereka yang sebelumnya muram dan letih, berangsur sumringah. Senyum pun mengembang, seolah baru saja mendapat siraman motivasi akan kesembuhan keluarga yang sedang sakit.

“Bahkan para perawat yang melihat juga ikut belajar, sampai dicatat,” tambah Erna.

Ketua DPD Partai NasDem Banyuwangi, Ir H Supriyadi menambahkan, pelatihan terapi ‘Tapping’ ini sengaja digelar guna meningkatkan rasa kepedulian kader pada sesama, khususnya pada keluarga pasien. Serta merubah pola pikir masyarakat luas bahwa partai tidak hanya bicara tentang politik. Melainkan juga kemanusiaan.

“Yang selalu kita pegang teguh adalah petuah bapak bangsa kita, Gus Dur, bahwa yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan,” katanya.

Ditambahkan Supriyadi, berbagai kegiatan yang dilakukan DPD Partai NasDem Banyuwangi, selalu lebih bernuansa sosial. Mulai dari restorasi lingkungan, restorasi budaya dan lainnya, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Namun yang kita tanamkan dalam diri kader adalah restorasi diri sendiri, yakni menjadi orang baik dan berguna bagi sesama itu yang lebih baik,” ucapnya.(*)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: