Tiga Hal Besar yang Harus Dilakukan Partai Politik 

0

MATARAM, NTB (16 September): Bagi kader partai, mereka harus tahu bagaimana bicara dengan masyarakat karena untuk mengungkapkan maksudnya kepada konstituante adalah melalui bicara dengan bahasa yang dimengerti masyarakat dengan sosial media maupun komunikasi face to face. Jika kader tidak berbuat apa yang dibicarakan, maka akan sia-sia. Jadi yang harus dilakukan apa yang kita percayai sehingga konstituante percaya.

Hal demikian terungkap dalam Diskusi Publik bertajuk “Populism in Global and Experiences with Political Education” yang digelar di Hotel Aston Inn Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (16/09).

Acara yang digagas Martin Manurung, Ketua Hubungan Internasional DPP Partai NasDem bersama Friedrich Ebert Stiftung (FES) itu diikuti tidak kurang dari 150 peserta.  Mereka yang hadir pada acara tersebut antara lain Anggota DPRD Tingkat Provinsi dan Kabupaten / Kota dari fraksi NasDem di NTB, Sekretaris DPW NasDem NTB, Multazam, Perwakilan DPP Partai NasDem Sondang Tampubolon, Dhidit Setiawan, SH yang juga Ketua Garda Pemuda Kota Mataram dan juga Ketua Panitya Acara, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Mataram, Mahasiswa FISIPOL Universitas Muhammadiah Mataram, Asosiasi Petani NasDem, Asosiasi Pengusaha di Mataram, Garda Pemuda NasDem NTB serta fungsionaris NasDem NTB.

Sementara dari FES hadir Sergio Grassi dan Mian Manurung dan pembicara utama Prof. DR. Thomas Meyer. Dulunya, Tom Meyer adalah salah satu pengurus FES bagian politik namun sekarang Meyer hanya menjadi nara sumber untuk FES.

Untuk diketahui FES adalah sebuah yayasan politik Jerman independen yang terkait dengan Partai Demokratik Sosial Jerman (SPD). FES Didirikan pada tahun 1925 sebagai warisan politik Friedrich Ebert, Presiden pertama yang terpilih secara demokratis di Jerman. FES merupakan yayasan terbesar dan tertua di Jerman.

Dalam paparannya, Thomas Meyer mencatat tiga poin penting yang harus dilakukan partai politik untuk melakukan pendidikan politik. Pertama adalah meluruskan norma-norma yang dianut partai, kedua adalah mengimplementasikan norma-norma politik tersebut dalam praktek dan ketiga adalah bagaimana melaksanakan skill training untuk kader partai, misalnya bagaimana mengorganisir suatu kegiatan di masyarakat dan lebih sering mengadakan komunikasi face to face.

“Acara ini rupanya diminati betul oleh mahasiswa di Mataram. Kami tidak menyangka, setelah acara ini digelar, banyak mahasiswa yang langsung ingin terlibat secara langsung ke dalam aktifitas Partai NasDem. Ini jelas menggembirakan,” ujar Sondang Tampubolon yang mewakili DPP NasDem untuk menyaksikan diskusi public tersebut. (Sondang Tampubolon/*)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: