Wahidin Halim Soroti Penempatan Jemaah Haji Banten yang tidak Proporsional
JAKARTA (14 April): Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Banten III (Tangerang Raya), Wahidin Halim, menyoroti penempatan jemaah haji asal Banten yang dinilai tidak proporsional karena berada jauh dari pusat aktivitas ibadah di Makkah, Arab Saudi.
“Kenapa Banten diperlakukan tidak adil? Kenapa Banten justru ditempatkan pada posisi yang terlalu jauh?” tegas Wahidin dalam Rapat Kerja Komisi VIII dengan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima, jemaah haji Banten ditempatkan di Tower Al Hidayah dengan jarak sekitar 13,5 kilometer dari Masjidil Haram. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan mobilitas jemaah, terutama saat menghadapi kemacetan.
“Sepanjang sejarah perjalanan jemaah haji Banten itu tidak pernah ditempatkan di situ,” ujarnya.
Menurut Wahidin, jarak yang jauh ditambah potensi kemacetan dapat menghambat jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah secara optimal.
“Kalau macet, mereka tidak bisa bergerak. Lalu di mana jaminan rasa nyaman dan aman?” lanjutnya.
Selain itu, ia juga mempertanyakan alasan di balik kebijakan tersebut, termasuk kemungkinan faktor efisiensi biaya.
“Apakah karena lebih murah? Berapa margin yang didapatkan? Lalu apakah jemaah yang jauh itu mendapat insentif?” katanya.
Wahidin menegaskan, keluhan dari jemaah haji Banten harus menjadi perhatian serius pemerintah. Ia pun berkomitmen untuk memperjuangkan hak dan kenyamanan jemaah sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
“Ini harus jadi perhatian serius. Saya akan memperjuangkan warga Banten di dapil saya,” pungkasnya. (Yudis/*)