Pembangunan Exit Tol Pattimura Diharapkan Dorong Ekonomi Daerah

SALATIGA (20 April) Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Fadholi, menyatakan bahwa pembangunan Exit Tol Pattimura di Salatiga merupakan hasil proses panjang yang melibatkan berbagai pihak sejak beberapa tahun terakhir.

Ia menjelaskan, proyek tersebut telah dirintis sejak 2017 dan baru dapat direalisasikan pada 2026 di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Alhamdulillah, di tengah efisiensi yang ada, pembangunan exit tol ini tetap berjalan. Ini merupakan hasil kerja keras semua pihak,” ujar Fadholi saat meninjau pembangunan Exit Tol Pattimura, Salatiga, Jateng, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, keterlibatan lurah, ketua RT, dan ketua RW dalam sosialisasi sangat penting agar masyarakat memahami rencana pembangunan serta berbagai penyesuaian yang akan terjadi, termasuk pelebaran jalan.

Sebelum peninjauan lokasi, Fadholi juga menggelar sosialisasi bersama tokoh masyarakat dari Salatiga dan Kabupaten Semarang di kawasan Joglo Kembar, Kauman Kidul.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum serta pemerintah daerah yang telah mendukung terealisasinya pembangunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PU, serta Pemerintah Kota Salatiga dan Pemerintah Kabupaten Semarang yang telah membantu proses pembangunan Exit Tol Pattimura,” imbuhnya.

Fadholi menegaskan bahwa pembangunan exit tol ini merupakan aspirasi masyarakat. Selama ini, akses menuju pusat Kota Salatiga dinilai kurang optimal karena hanya mengandalkan Exit Tol Tingkir.

“Ke depan, Exit Tol Pattimura akan memudahkan pengguna jalan Semarang–Solo untuk masuk ke pusat kota, sehingga diharapkan mampu menggerakkan kembali perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, serta jajaran Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menegaskan bahwa pembangunan exit tol ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah, khususnya antara Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.

“Pembangunan ini telah diinisiasi sejak lama, bahkan sejak 2015 melalui usulan Pemerintah Kota Salatiga. Ini menunjukkan bahwa proyek ini merupakan aspirasi jangka panjang masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menekankan pentingnya sosialisasi sebagai upaya membangun transparansi dan kepercayaan publik.

“Sosialisasi ini menjadi momentum agar masyarakat memahami dan terlibat dalam proses pembangunan. Kami berkomitmen agar pelaksanaan proyek tetap memperhatikan tata ruang, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut, termasuk kesiapan melakukan penyesuaian di wilayahnya, khususnya di Desa Pabelan yang menjadi titik keluaran tol.

Ia juga mengusulkan pengembangan exit tol tambahan di wilayah Bergas guna mendorong pertumbuhan kawasan secara bersama antara Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.

Pembangunan Exit Tol Pattimura diharapkan berjalan lancar dan mampu memberikan manfaat nyata, mulai dari peningkatan aksesibilitas hingga terbukanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat di Salatiga dan sekitarnya. (Yudis/*)

Add Comment