Home / Berita / Berita
Berita

Yoyok Sudibyo Soroti Upaya Damai Kasus Kematian PRT di Jakarta Pusat

đź“… 04 Mei 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (4 Mei): Anggota DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyoroti dugaan adanya upaya penyelesaian damai dalam kasus kematian pekerja rumah tangga (PRT) berinisial D, 15, asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Menurut Yoyok, terdapat informasi bahwa pihak tertentu sempat mendatangi keluarga korban untuk membuka komunikasi yang mengarah pada upaya perdamaian sebelum proses hukum berjalan tuntas.

“Yang intinya agar supaya meminta jalan damai kepada keluarga korban,” kata Yoyok dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Ia juga mengungkap adanya tekanan terhadap perangkat desa setempat. Kepala desa disebut menerima sejumlah komunikasi dari pihak yang tidak dikenal terkait upaya memfasilitasi pertemuan dengan keluarga korban.

“Pak lurah sendiri sekarang dalam kondisi ketakutan dilobi terus,” ujar legislator NasDem dari Dapil Jateng X (Kab Batang, Pekalongan, Pemalang, dan Kota Pekalongan ) itu.

Yoyok meminta aparat desa dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya pihak yang kembali mendatangi keluarga korban. Ia juga mengimbau agar setiap aktivitas yang mencurigakan dapat didokumentasikan.

Selain itu, Yoyok menyatakan telah menugaskan tim untuk mendampingi keluarga korban, mengawal proses autopsi, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk media dan organisasi masyarakat sipil.

“Kalau cuma rapat-rapat doang, enggak cepat bertindak, saya yakin kita kalah,” tegasnya.

Di sisi lain, Yoyok menyebut telah berkoordinasi dengan penyidik Polres Metro Jakarta Pusat sejak awal kasus mencuat. Aparat kepolisian disebut telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain rekaman CCTV dan telepon genggam yang terkait dengan perkara.

Namun demikian, ia menilai perkembangan penyidikan masih belum menunjukkan kemajuan signifikan.

“Enggak ada perkembangan dari Polres. Ini yang membuat saya jujur kempropok,” ujarnya.

Kasus ini bermula dari peristiwa jatuhnya korban dari lantai empat tempat kerjanya di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pihak keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut, termasuk dugaan kekerasan dan penyekapan sebelum kejadian. Selain itu, korban disebut tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga karena telepon genggamnya diduga disita.

Jenazah korban telah dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Batang. Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat diusut secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Yudis/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *