KAYU AGUNG (6 Mei): Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat harus berjalan beriringan dengan pengawasan yang ketat.
Ia menekankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar bantuan pangan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi.
“Program ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat. Kita ingin memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa,” ujar Irma dalam sosialisasi Program MBG di Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Keberhasilan program sangat bergantung pada pelaksanaan yang akuntabel di lapangan. Menurut Irma, pengawasan tidak boleh lemah karena program ini menyasar kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
“Saya menekankan pentingnya pengawasan yang baik. Jika terdapat pelaksana yang tidak menjalankan tugas dengan baik, tentu akan ada evaluasi dan tindakan tegas, karena program ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” jelasnya.
Lebih jauh, Irma menilai program MBG memiliki dampak luas, tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pendidikan dan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia mendorong agar pelaksanaannya melibatkan potensi lokal agar manfaat ekonomi turut dirasakan.
“Program ini harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, dengan melibatkan potensi lokal. Dengan begitu, selain meningkatkan gizi, kita juga membantu menggerakkan perekonomian desa,” ungkapnya.
Legislator Partai NasDem dari dapil Sumsel II itu juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Mari kita jaga bersama pelaksanaan program ini agar berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran. Keberhasilan program ini adalah keberhasilan kita bersama dalam menyiapkan generasi penerus yang lebih baik,” tukasnya. (Yudis/*)
0 Komentar