Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Nurhadi Dorong Peternak Bebek Jadi Supplier Program MBG

📅 19 Mei 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (19 Mei): Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, mendukung potensi keterlibatan peternak bebek dalam menyuplai kebutuhan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ia mendorong percepatan pembuatan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Persatuan Peternak Bebek Nasional (PBN).

Meski demikian, Nurhadi mengingatkan pentingnya pemetaan profil peternak secara detail agar kebijakan dapat disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah.

Menurutnya, berbeda dengan peternak ayam petelur yang tersebar merata, sentra peternak bebek cenderung berada di wilayah tertentu sehingga diperlukan kebijakan berbasis kota atau kabupaten yang memiliki populasi peternak besar.

“Kita sangat mendukung atau mendorong kesepakatan dalam bentuk MoU BGN dengan PBN. Namun negara ini hadir tentu pasti dari BGN melihat secara menyeluruh profil peternak yang tergabung dalam PBN itu detailnya seperti apa,” ujar Nurhadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan hasil inspeksi mendadak ke sejumlah dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), Nurhadi mengungkapkan penyerapan telur bebek, khususnya telur asin, sudah mulai berjalan di beberapa daerah di Jawa Timur. Ia menilai bisnis tersebut masih memberikan keuntungan yang cukup baik bagi peternak lokal.

Ia menyebut dapur SPPG membeli telur bebek di harga Rp2.500 per butir, sementara biaya produksinya sekitar Rp1.875 sehingga masih terdapat margin keuntungan bagi peternak.

“Itu di kawasan Jawa Timur sudah mulai ada, telur asin bebek. Kemudian di tempat kami di Blitar itu ada populasi 10.000 bebek. Prosentase dari bahan baku ini lebih banyak lokal. Saya belum tanya secara detail namanya apa aja. Mungkin bisa studi banding atau konsultasi dengan beliau,” sambungnya.

Menanggapi keluhan peternak terkait tingginya biaya operasional, khususnya pakan, Nurhadi menawarkan solusi berupa pemanfaatan limbah sisa makanan Program MBG untuk budidaya maggot.

Menurut legislator NasDem dapil Jawa Timur VI itu, maggot memiliki kandungan protein tinggi mencapai 40-50 persen dan dapat menjadi alternatif pakan yang lebih murah.

“Ada yang bekerja sama dengan peternak, asal sampahnya diambil itu mereka ganti menyerap hasil produksi ternak itu. Ini bisa jadi menjadi opsi atau pilihan untuk menekan biaya produksi atau biaya operasional ternak bebek ini,” pungkasnya. (dpr.go.id/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *