PONTIANAK (8 Juni): Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem H. Syarief Abdullah Alkadrie mengungkapkan bahwa Pancasila merupakan fondasi yang sudah sangat luar biasa dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Jangan kita berpikir yang macam-macam. Kita harus bersyukur Indonesia punya Pancasila, sebuah ideologi negara yang mampu memadukan aspek religius dan nasionalis dengan sangat harmonis,” ungkap Syarief saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Cafe 5 CM Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (7/6/2026).
Acara yang dikemas dalam diskusi interaktif itu menjadi momentum refleksi bersama para aktivis muda di Kalimantan Barat. Hadir dalam acara tersebut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) Dr. Herlan sebagai pemateri.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP) lintas elemen di Kalimantan Barat, seperti PMII, HMI, IPPNU, IPNU, IMM, GMNI, dan PMKRI.
Syarief mengupas tuntas esensi dan kronologi sejarah di balik penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Ia juga mengulas kembali perjalanan sejarah panjang Indonesia hingga akhirnya berdiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebagai legislator senior, Syarief juga memanfaatkan momentum tersebut untuk membakar semangat para kader OKP yang hadir. Ia memberikan motivasi besar bahwa masa depan kepemimpinan bangsa berada di tangan generasi muda.
Untuk memantik optimisme para peserta, Syarief turut memaparkan sejumlah tokoh asal Kalimantan Barat yang sukses menduduki posisi-posisi strategis di tingkat nasional.
Hal ini dibagikan guna membuktikan bahwa putra-putri daerah memiliki kapasitas yang sama untuk bersaing dan berkontribusi di kancah nasional.
Para aktivis dari berbagai OKP tampak antusias mengajukan pertanyaan kritis, melakukan pendalaman materi, hingga terlibat dalam diskusi interaktif bersama Syarief dan Herlan.
Dialog yang terbangun memperlihatkan kepedulian yang tinggi dari generasi muda Kalbar terhadap masa depan bangsa dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. (Ari Saputra/*)
0 Komentar