SUMEDANG (26 Juni): Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ujang Bey, S.IP., M.IP., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat umum yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks, penguatan wawasan kebangsaan dinilai menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Ujang Bey menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar materi yang harus dipahami, melainkan nilai-nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dijaga, terutama di tengah derasnya arus informasi yang kerap memunculkan hoaks, ujaran kebencian, serta berbagai upaya yang dapat memecah belah masyarakat.
“Kita boleh berbeda pandangan, berbeda pilihan, bahkan berbeda latar belakang. Namun sebagai bangsa Indonesia, kita memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menjaga persatuan dan membangun bangsa yang lebih maju. Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah persaudaraan,” ujar Bey.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga berlangsung secara interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pandangan dan pertanyaan terkait tantangan kebangsaan yang dihadapi saat ini, mulai dari dampak perkembangan teknologi digital, pentingnya menjaga toleransi, hingga penguatan nilai gotong royong dalam menghadapi kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Ujang Bey juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara positif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanpa menghilangkan identitas dan karakter bangsa Indonesia.
“Generasi muda harus mampu menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Teknologi harus dimanfaatkan untuk belajar, berinovasi, dan berkarya, bukan untuk menyebarkan kebencian atau memperuncing perbedaan. Dengan berpegang pada Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, saya yakin generasi muda Indonesia mampu menjadi kekuatan besar bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (arif/*)
0 Komentar