Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

NTT Harus Kembali Menjadi Lumbung Petinju Indonesia

đź“… 20 Jul 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

KUPANG (20 Juli): Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki sejarah panjang sebagai salah satu daerah penghasil petinju terbaik di Indonesia. Dari wilayah ini lahir nama-nama besar yang pernah mengibarkan Merah Putih di panggung internasional. Tradisi itu, menurut anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan NTT II, Viktor Bungtilu Laiskodat, tidak boleh berhenti menjadi catatan sejarah, melainkan harus diteruskan melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditunjukkan Viktor dengan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Boxing Series 1 antar sasana se-NTT yang digelar Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) NTT. Kejuaraan itu akan berlangsung 28 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Flothia, Kelapa Lima, Kota Kupang, dan mempertemukan sasana-sasana tinju dari berbagai kabupaten dan kota di NTT.

Bagi Viktor, kejuaraan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun kembali mata rantai pembinaan olahraga tinju di NTT. Kompetisi yang berlangsung secara rutin menjadi ruang bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan, membentuk mental bertanding, sekaligus membuka jalan menuju level yang lebih tinggi.

“Sebelum banyak orang mengenal NTT karena keindahan alamnya, daerah ini telah lebih dahulu dikenal sebagai rumah bagi petinju-petinju tangguh. Semangat bertarung hidup dalam diri banyak anak muda kita. Warisan itu harus terus dirawat dan dikembangkan melalui pembinaan yang serius dan berkesinambungan,” kata Viktor.

Ia mengingat kembali perjalanan sejumlah petinju kebanggaan NTT, seperti Johny Asadoma dan Hermensen Balo, yang pernah mewakili Indonesia di ajang Olimpiade.

Menurut Viktor, pencapaian mereka membuktikan bahwa putra-putri NTT memiliki kualitas untuk bersaing di panggung olahraga dunia apabila mendapat pembinaan yang tepat.

“Saya tumbuh dengan kebanggaan melihat Johny Asadoma dan Hermensen Balo bertanding membawa Merah Putih di Olimpiade. Mereka membuktikan bahwa anak-anak NTT mampu berdiri sejajar dengan siapa pun di dunia. Jejak itu harus terus berlanjut melalui lahirnya generasi baru petinju Indonesia,” ujarnya.

Viktor menilai NTT tidak pernah kekurangan talenta. Tantangan berikutnya adalah menghadirkan ekosistem pembinaan yang berkesinambungan, mulai dari sasana, pelatih, kompetisi, hingga dukungan berbagai pemangku kepentingan. Dengan sistem yang terbangun secara baik, atlet muda memiliki kesempatan berkembang menuju prestasi nasional dan internasional.

“Bakat yang dimiliki anak-anak NTT harus dipertemukan dengan pembinaan yang baik. Dari sasana-sasana yang ada di seluruh NTT, saya ingin melihat lahir petinju-petinju muda yang kelak mengibarkan Merah Putih di tingkat nasional maupun dunia,” katanya.

Menurut Viktor, Boxing Series 1 dapat menjadi titik awal lahirnya tradisi kompetisi yang memperkuat regenerasi petinju di NTT. Kehadiran kejuaraan antarsasana juga memberi ruang bagi para pelatih untuk memetakan potensi atlet sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan di masing-masing daerah.

Ia berharap ajang tersebut berkembang menjadi kalender kompetisi yang diselenggarakan secara konsisten sehingga mampu menjaga kesinambungan prestasi tinju NTT.

“Saya mendukung penuh Boxing Series 1 antar sasana se-NTT karena ajang seperti inilah yang membuka jalan bagi lahirnya petinju-petinju masa depan. Saya ingin membuktikan bahwa masa depan tinju Indonesia akan kembali ditulis dari Nusa Tenggara Timur. Dari tanah yang telah melahirkan begitu banyak petarung, akan lahir lagi juara-juara yang mengharumkan nama NTT dan Indonesia,” tutur Viktor.

Ia berharap kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah, pelatih, sasana, dan masyarakat terus diperkuat agar ekosistem pembinaan tinju di NTT semakin kokoh.

Dengan pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang berkualitas, imbuhnya, diyakini NTT mampu kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung petinju terbaik Indonesia. (bronto/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *