Home / Berita / NasDem
NasDem

NasDem Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa Flores

đź“… 16 Agu 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

MAUMERE (16 Agustus): Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. Di tengah situasi darurat dan kebutuhan warga yang mendesak, Partai NasDem melalui gerakan NasDem Peduli bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak.

Di Mbay, Kabupaten Nagekeo, bantuan mulai bergerak ketika warga masih berupaya menenangkan diri setelah guncangan. Dua jam setelah gempa, kader Partai NasDem melalui gerakan NasDem Peduli bergerak menyusuri lokasi pengungsian untuk memastikan warga mendapatkan air minum dan makanan.

Anggota DPRD Nagekeo dari Fraksi NasDem, Thomas Mega Maso dan John Boleng, bersama sejumlah personel Garda NasDem, menggunakan kendaraan terbuka untuk mengangkut dan membagikan air kemasan ke sejumlah titik, termasuk kawasan perbukitan Kesidari, Lape.

Langkah tersebut dilakukan setelah sejumlah warga mengalami kesulitan memperoleh air minum. Beberapa kios dan toko di wilayah terdampak masih tutup sehingga akses terhadap kebutuhan dasar menjadi terbatas.

Sekretaris DPD NasDem Nagekeo, Petrus Nunu Ruto, mengatakan bantuan logistik, terutama air mineral dan bahan pangan, langsung didistribusikan kader NasDem kepada warga yang mengungsi.

“Bantuan logistik, terutama air mineral dan bahan pangan, telah didistribusikan oleh sejumlah kader NasDem kepada para pengungsi. Bantuan tersebut sepenuhnya berasal dari Julie Sutrisno Laiskodat,” kata Petrus.

Pada hari pertama, sekitar 700 dos air mineral disalurkan kepada warga terdampak. Namun, kebutuhan masyarakat masih jauh lebih besar sehingga tambahan bantuan tetap diperlukan.

“Suasana kota mencekam. Warga memilih berlindung di perbukitan. Karena itu, kebutuhan air minum menjadi sangat mendesak,” ujar Thomas.

Bantuan juga menyentuh keluarga korban meninggal dunia. Di Kecamatan Boawae, anggota DPRD Nagekeo dari Partai NasDem Lukas Y. M. P. Boleng mendatangi rumah almarhum Rafael Nuga di Kelurahan Wolopogo. Rafael meninggal dunia diduga setelah mengalami syok akibat gempa.

“Ini bantuan dari NasDem Peduli yang diberikan Bunda Julie Sutrisno Laiskodat kepada korban akibat gempa. Saya hanya membantu mendistribusikan sekaligus menyampaikan turut berbelasungkawa kepada keluarga duka,” ujar Lukas.

Memasuki hari kedua pascagempa, gerakan NasDem Peduli tidak berhenti di Nagekeo. Kader NasDem di Kabupaten Ngada turut bergerak menyambangi sejumlah desa untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Salah satu titik penyaluran berada di Desa Desa Rakalaba 1 Kecamatan Golewa. Sekretaris Desa Raka Labasatu, mewakili masyarakat, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Julie Sutrisno Laiskodat bersama keluarga besar Partai NasDem Kabupaten Ngada.

Ucapan terima kasih tersebut menjadi gambaran kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak yang masih terus berkembang. Bantuan pangan dan air mineral menjadi bagian penting untuk menopang warga selama masa tanggap darurat.

Di Maumere, Kabupaten Sikka, bantuan dari anggota DPR RI Fraksi NasDem daerah pemilihan NTT I, Julie Sutrisno Laiskodat, diserahkan di Kantor BPBD Kabupaten Sikka, Minggu (16/8/2026) siang.

Melalui jajaran DPD NasDem Sikka, bantuan tersebut diserahkan untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang terdampak gempa.

Bantuan yang disalurkan berupa satu ton beras, 500 dos air mineral, 300 papan telur ayam, serta selimut.

Bantuan diterima langsung oleh BPBD Kabupaten Sikka. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi kepada Partai NasDem dan Julie Sutrisno Laiskodat atas perhatian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit setelah gempa.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang tengah berjuang bangkit pascagempa,” ujar Juventus.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, partai politik, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar penanganan korban bencana dapat berjalan efektif melalui posko-posko yang telah disiapkan pemerintah.

Ketua DPD NasDem Sikka Ofridus Krispinianus mengatakan, kehadiran NasDem di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang perlu terus dijaga dalam situasi bencana.

“Jangan melihat dari jumlahnya, tetapi dari niat tulus untuk peduli,” kata Ofridus.

Di sejumlah lokasi pengungsian, kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada pangan dan air minum. Penerangan juga menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.

Di Kamp Pengungsian Stadion Gelora Samador, Maumere, warga membutuhkan sumber listrik cadangan seperti generator untuk mengantisipasi pemadaman listrik.

Kebutuhan tersebut memperlihatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama dan respons yang menyeluruh. Selain logistik, masyarakat membutuhkan tempat pengungsian yang aman, layanan kesehatan, penerangan, air bersih, serta dukungan selama menjalani masa tanggap darurat.

Bagi Julie Sutrisno Laiskodat, situasi seperti itu menuntut kehadiran yang cepat dan kepedulian yang nyata.

“Ketika saudara-saudara kita sedang berada dalam kesulitan, tangan harus diulurkan dengan tulus, langkah harus dipercepat, dan perhatian harus diberikan dengan penuh kepedulian,” ujar Julie.

Menurut Julie, kehadiran di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab untuk merawat persaudaraan.

“Mari kita saling mendekat dan saling menjaga. Kepada mereka yang membutuhkan pertolongan, kita hadir dengan ketulusan. Kepada mereka yang sedang diliputi ketakutan, kita hadir membawa ketenangan,” katanya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi bagian dari kekuatan warga untuk kembali bangkit.

“Semoga setiap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat terdampak. Semoga setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang berjuang bangkit,” ujar Julie.

Julie juga menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan akan terus didorong secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan hasil pendataan pemerintah.

Bagi warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian, bantuan yang datang menjadi penyangga penting di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih. Dari Mbay, Boawae, hingga Ngada dan Maumere, gerakan kemanusiaan itu bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat.

Di tengah bencana, kerja bersama menjadi penting agar tidak ada warga yang merasa menghadapi masa sulit seorang diri.

“Semoga Tuhan senantiasa melindungi seluruh masyarakat NTT, menjaga setiap keluarga, memberikan kekuatan kepada mereka yang terdampak, dan menuntun setiap langkah kita menuju pemulihan,” kata Julie. (bronto/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *