Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

STAI Al-Hikmah Pariangan Perkuat Pendidikan Agama, Adat, dan Karakter Generasi Muda

đź“… 24 Agu 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

PADANG (24 Agustus): Pendidikan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun karakter generasi muda. Terlebih di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang membawa berbagai peluang sekaligus tantangan.

Hal tersebut disampaikan anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, saat melaksanakan kegiatan Asimilasi dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Asmas) di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hikmah Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Senin(24/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Shadiq menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan STAI Al-Hikmah yang berperan penting dalam memperkuat pendidikan Islam, pembentukan akhlak, serta pelestarian nilai-nilai adat dan budaya di tengah perubahan zaman.

“Di tengah berbagai tantangan zaman, ketika sebagian anak muda mulai tergerus nilai-nilai agama, adat istiadat dan budaya, maka keberadaan lembaga pendidikan Islam seperti STAI Al-Hikmah Pariangan menjadi sangat penting. Kita tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang beriman, berakhlak, dan beradat,” ujar Shadiq.

STAI Al-Hikmah merupakan perguruan tinggi agama Islam swasta yang berada di Jorong Padang Panjang, Nagari Pariangan, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar.

Lembaga pendidikan itu memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan Islam di Sumatera Barat. Gagasan pendiriannya telah muncul sejak 2 Februari 1976, sebagai bagian dari ikhtiar para ulama dan tokoh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tenaga dakwah, mubalig, ulama serta tenaga pendidikan Islam.

STAI Al-Hikmah kemudian secara resmi berdiri pada tahun 1980 dan terus berkembang sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi Islam yang berada di tengah masyarakat.

Menurut Shadiq, perjalanan panjang tersebut merupakan bukti bahwa STAI Al-Hikmah lahir dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan Islam.

Shadiq juga memberikan perhatian khusus terhadap posisi STAI Al-Hikmah yang berada di Nagari Pariangan, sebuah kawasan yang memiliki nilai sejarah, adat dan budaya yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

Pariangan dikenal sebagai Nagari Tuo dan memiliki kekayaan sejarah, tradisi, budaya serta keindahan alam yang menjadi bagian penting dari identitas Minangkabau.

“STAI Al-Hikmah memiliki keistimewaan tersendiri karena berada di Nagari Pariangan, nagari yang dikenal sebagai salah satu nagari terindah di dunia. Di sini kita menemukan perpaduan yang luar biasa antara pendidikan Islam, sejarah, adat, budaya dan keindahan alam,” katanya.

Menurutnya, lingkungan tersebut merupakan modal sosial dan budaya yang sangat penting dalam membentuk karakter mahasiswa.

Shadiq menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan perubahan zaman tidak boleh membuat generasi muda kehilangan jati diri.

Ia mendorong perguruan tinggi Islam untuk terus membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memperkuat iman, akhlak, adat dan budaya.

“Kita ingin generasi muda Sumatera Barat menjadi generasi yang maju, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap memiliki jati diri. Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita meninggalkan agama, adat dan budaya,” tegasnya.

Dalam konteks masyarakat Minangkabau, menurutnya, nilai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) harus terus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Kegiatan Asmas sebagai anggota MPR RI tersebut juga menjadi momentum bagi Shadiq untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, masukan dan harapan dari civitas akademika STAI Al-Hikmah Pariangan.

Anggota Komisi XIII DPR RI itu juga menilai aspirasi dari perguruan tinggi sangat penting sebagai bahan dalam menjalankan tugas konstitusional sebagai anggota MPR RI, khususnya dalam menyerap berbagai persoalan masyarakat dan pendidikan di daerah.

“Asmas ini merupakan kesempatan bagi saya untuk turun langsung, berdialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Perguruan tinggi merupakan bagian penting dari pembangunan bangsa, sehingga aspirasi dari dosen, mahasiswa dan pengelola perguruan tinggi perlu kita dengarkan,” ungkapnya.

Legislator NasDem dari Dapil Sumatra Barat I ini juga berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat menjadi masukan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, penguatan karakter dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Shadiq juga mendorong agar STAI Al-Hikmah Pariangan terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kompetensi lulusan serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurutnya, perguruan tinggi Islam di daerah memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mempunyai integritas moral dan kepedulian sosial.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kalau kita ingin membangun Sumatera Barat dan Indonesia yang kuat, maka kita harus membangun manusianya terlebih dahulu. Dan pendidikan agama, adat serta karakter harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

Shadiq berharap STAI Al-Hikmah Pariangan semakin maju dan mampu menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang berkontribusi dalam melahirkan generasi berilmu, beriman, berakhlak, beradat dan berbudaya.

Kegiatan Asmas tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Shadiq sebagai anggota MPR untuk terus hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah. (tim media shadiq/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *