PROBOLINGGO (7 September): Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Dini Rahmania kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir dan memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat. Dini yang merupakan anggota Komisi VIII DPR RI, menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) kepada masyarakat, khususnya para penyandang disabilitas di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum penyerahan bantuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyapa, mendengarkan, dan memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan Atenai dari Kementerian Sosial RI melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta disalurkan 15 alat bantu berupa kaki palsu, kursi roda, alat bantu dengar senilai Rp91.713.032.
Selain itu, diberikan pula bantuan pemenuhan hidup layak berupa sembako kepada 3 penerima senilai Rp3.600.000 serta bantuan kewirausahaan kepada empat penerima manfaat senilai Rp16.000.000. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp111.313.032.
Dini menegaskan bahwa kehadiran NasDem di tengah masyarakat tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang maksimal, pendampingan yang tepat, serta akses terhadap program pemerintah yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Bagi kami, bantuan bukan sekadar barang yang diberikan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasa diperhatikan, dilayani, didengar aspirasinya, dan tidak berjalan sendiri. NasDem ingin hadir bersama masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian dan dukungan,” ujar Dini.
Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II (Probolinggo – Pasuruan) itu, selama ini mendorong agar program-program sosial pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga tingkat akar rumput, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Menurutnya, bantuan Atensi merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Karena itu, bantuan yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendukung penerima manfaat agar semakin mandiri.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bangkit, berkarya, dan menjadi lebih mandiri. Inilah semangat pelayanan yang terus kami dorong,” lanjutnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan.
NasDem hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, pendampingan, dan kepastian bahwa mereka tidak sendirian. Dari Probolinggo, semangat itu terus dijaga: hadir, melayani, dan bekerja untuk masyarakat. (najib/*)
0 Komentar