JAKARTA (12 September): Maraknya tawuran dan kekerasan di kalangan anak muda menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino. Menurutnya, olahraga dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi sekaligus belajar tentang sportivitas, disiplin, dan keadilan.
Gagasan tersebut menjadi salah satu latar belakang digelarnya Surya Paloh Championship (SPC) yang akan berlangsung pada 10 November 2026. Wibi mengatakan, ajang tersebut disiapkan sebagai wadah bagi para pecinta tinju, sekaligus atlet dan bibit-bibit baru dari berbagai daerah.
“Tentunya saya menyambut baik apa yang sudah dipersiapkan oleh SPC ini. Mudah-mudahan ini menjadi suatu event yang dinantikan oleh para pecinta tinju,” ujar Wibi dalam konferensi pers SPC, Jumat (11/9/2026).
Menurut Wibi, tinju mengajarkan bahwa sebuah pertandingan harus berlangsung dalam aturan yang jelas dan menjunjung kesetaraan. Setiap petinju bertanding berdasarkan kelas dan berat badan yang telah ditentukan, sehingga masing-masing memiliki kesempatan yang setara.
“Bertanding itu harus ada kelasnya, harus memiliki berat badan, memiliki kesempatan yang sama. Bukan ada orang yang lebih kuat, bukan ada yang lebih lemah. Itu namanya penindasan,” tegasnya.
Wibi mengatakan, pemilihan tinju sebagai cabang olahraga yang dikembangkan melalui SPC juga tidak terlepas dari banyaknya prestasi petinju Indonesia. Ia berharap, ajang tersebut dapat menjadi salah satu wadah untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta baru di dunia tinju.
“Saya yakin, banyak sekali di Indonesia, khususnya di Jakarta, yang suka tinju . Para atlet dan juga para pejabat tinju yang mau terlibat dalam event ini juga butuh wadah. Maka kita buat wadah ini untuk semua yang tertarik dengan tinju, untuk bisa bergabung sama kami,” jelasnya.
Ia juga berharap, para petinju muda melihat adanya ruang kompetisi yang dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk berkembang sebagai atlet.
“Tinju ini banyak juara-juara dari Indonesia sebenarnya, dan ketika event ini banyak diwadahi, kita berharap nanti ke depannya atlet-atlet muncul di situ.
Kita ingin memberikan ruang itu untuk para petinju atau bibit-bibit baru,” imbuhnya.
Sementara itu, Promotor SPC Markus Refwalu mengatakan, SPC perdana akan mempertandingkan 15 fighter yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah pertandingan akan memperebutkan sabuk emas SPC.
“Kompetisi SPC yang pertama adalah untuk memperebutkan sabuk emas SPC,” kata Markus.
Menurut Markus, terdapat tiga sabuk yang akan diperebutkan dalam rangkaian pertandingan pada 10 November mendatang. Selain sabuk emas SPC, pertandingan ini juga nantinya akan memperebutkan sabuk Prananda Surya Paloh sebagai Tokoh Pemuda Nasional, serta sabuk Wibi Andrino sebagai Tokoh Pemuda DKI Jakarta.
“Kita akan memperebutkan juga sabuk yang mewakili pemuda nasional, yaitu Kakak Prananda Surya Paloh, dan akan merebut sabuk emas yang dari Kakak Wibi Andrino sebagai tokoh Pemuda DKI Jakarta. Jadi ada tiga sabuk yang nanti akan diperebutkan di tanggal 10 November 2026,” pungkasnya.
(FM/WH/AS)
0 Komentar