Home / Berita / NasDem
NasDem

Komitmen Teguh Iswara Wujudkan Program BSPS dan Sanimas

📅 17 Okt 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

BARRU (17 Oktober): Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ir. H. Teguh Iswara Suardi, ST., M.Sc., kembali menegaskan komitmennya terhadap konstituen dengan meninjau langsung pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah serta Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2026).

Di tengah agenda kedewanan yang padat di Senayan, kehadiran legislator muda ini disambut hangat oleh masyarakat, khususnya warga Dusun Watangnepo. 

Kedatangan Teguh turut didampingi Ir. H. Suardi Saleh, M.Si., yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Barru sekaligus mantan Bupati Barru dua periode, serta Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya di hadapan puluhan penerima manfaat program tahun 2025 yang mencakup 47 warga penerima BSPS dan Sanimas, Teguh mengenang dukungan signifikan yang ia terima dari masyarakat Kabupaten Barru pada pemilihan legislatif lalu.

“Dari total suara yang mempercayakan amanah kepada saya, sebagian besar merupakan kontribusi dari masyarakat Kabupaten Barru. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kami untuk selalu memprioritaskan daerah ini dalam alokasi program dari pusat, ” ujar Teguh.

Legislator NasDem dari Dapil Sulsel II ini juga menjelaskan, posisinya di Komisi V DPR RI dimanfaatkan secara optimal sebagai jembatan aspirasi antara masyarakat daerah dan pemerintah pusat. 

Komitmen tersebut, imbuhnya, telah diwujudkan melalui berbagai pembangunan nyata di Barru, mulai dari program bedah rumah, fasilitas sanitasi, penyediaan titik air bersih, infrastruktur jalan, hingga penerangan jalan umum.

Di sela-sela dialog interaktif bersama warga, Teguh menyoroti kendala teknis di lapangan terkait pembatasan penerima bantuan yang kerap mengacu pada sistem desil atau kelompok kesejahteraan sosial.

Menurutnya, regulasi yang berlaku saat ini terkadang belum sepenuhnya selaras dengan kondisi sosio-ekonomi riil di lapangan.

Ia mencontohkan, tidak sedikit warga yang kondisi fisik rumahnya masuk kategori tidak layak huni atau belum memiliki fasilitas sanitasi layak, namun terkendala untuk mendapatkan bantuan akibat terhalang klasifikasi desil atas.

“Kami telah menyampaikan masukan ini kepada kementerian terkait agar evaluasi dapat dilakukan secara fleksibel. Masih banyak warga yang rumahnya memerlukan intervensi mendesak namun terhambat aturan administratif. Insya Allah, ke depan kami terus memperjuangkan agar verifikasi bantuan lebih berorientasi pada kondisi fisik di lapangan, ” jelasnya.

Di kesempatan tersebut, Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam mewakili warga setempat. Ia menilai kehadiran dan kepedulian keluarga besar tersebut secara konsisten telah membawa perubahan positif bagi pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan di Desa Nepo.

Menjelang akhir acara, Teguh memohon doa dan dukungan masyarakat agar senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan amanah pengabdian. Ia juga menargetkan penyelesaian penanganan ribuan rumah tidak layak huni di Kabupaten Barru pada masa mendatang.

“Berdasarkan data yang ada, masih terdapat sekitar 4.000 hingga 6.000 unit rumah tidak layak huni di Barru. Insya Allah, secara bertahap kita berupaya menuntaskannya agar seluruh masyarakat dapat menghuni rumah yang layak dan sehat, ” pungkasnya. (nurhadi/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *