Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Warisan Engku Mohammad Sjafei Harus Terus Hidup dalam Pendidikan Indonesia

📅 01 Nov 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

PADANG PARIAMAN (1 November): Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas peringatan Satu Abad Indonesisch Nederlandsche School (INS) Kayutanam, yang genap berusia 100 tahun pada 31 Oktober 2026.

Menurut Shadiq, satu abad perjalanan INS Kayutanam bukan sekadar peringatan usia sebuah lembaga pendidikan, melainkan momentum bersejarah untuk mengenang dan menghidupkan kembali gagasan besar tokoh pendidikan nasional, Engku Mohammad Sjafei, yang telah meletakkan fondasi pendidikan berbasis karakter, keterampilan, kreativitas, dan kemandirian.

INS Kayutanam didirikan pada 31 Oktober 1926 di Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Lembaga pendidikan ini lahir dengan semangat pembaruan, memberikan ruang bagi anak bangsa untuk mengembangkan potensi intelektual, karakter, dan keterampilan praktis.

“Seratus tahun INS Kayutanam mengajarkan bahwa pendidikan bukan sekadar mencerdaskan pikiran, tetapi membangun karakter, menggali potensi, dan membekali manusia dengan keterampilan hidup. Warisan pemikiran Engku Mohammad Sjafei tetap relevan hingga saat ini: belajar dari alam, berkarya untuk kehidupan, dan mengabdi bagi masyarakat,” ungkap Shadiq dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Ia menilai, filosofi Alam Takambang Jadi Guru merupakan nilai luhur Minangkabau yang mengajarkan bahwa sumber pembelajaran tidak hanya berasal dari ruang kelas dan buku, tetapi juga dari alam, pengalaman, lingkungan, serta kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang seimbang antara kecerdasan otak, kematangan hati, dan keterampilan tangan. Karena itu, sekolah tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus memberikan ruang bagi pengembangan bakat, kreativitas, etika, dan kemandirian peserta didik.

Dalam momentum bersejarah tersebut, Shadiq juga mengenang ayahandanya, Moh. Saleh Kari Sutan, yang dikenal dengan panggilan Pakiah Saliah.

Baginya, pendidikan dan pembentukan karakter merupakan warisan penting yang harus diteruskan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai keteladanan, kerja keras, kejujuran, kemandirian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bekal penting dalam membangun kehidupan.

Peringatan satu abad INS Kayutanam sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas pendidikan serta karakter manusianya.

Selaku Anggota Komisi XIII DPR RI, Shadiq menekankan pentingnya pembangunan manusia yang berkarakter, penghormatan terhadap hak-hak dasar masyarakat, serta penguatan nilai kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia berharap para guru terus menjalankan peran strategis bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, inspirator, dan teladan bagi generasi penerus bangsa.

“Guru adalah fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa. Jangan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi tanamkan pula kejujuran, disiplin, tanggung jawab, akhlak, dan kepedulian sosial,” pesannya.

Kepada generasi muda, Shadiq mengajak agar terus meningkatkan kualitas pendidikan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembangkan kreativitas, serta memiliki keberanian untuk berinovasi dan menciptakan peluang.

Ia juga mengingatkan agar generasi muda Minangkabau tidak kehilangan identitas dan akar budayanya di tengah perkembangan zaman.

“Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing. Kuasai teknologi, tetapi jangan tinggalkan adat dan budaya. Pegang teguh falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Ilmu harus menjadi bekal untuk kemajuan dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

Shadiq berharap peringatan Satu Abad INS Kayutanam tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dan nostalgia sejarah, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan kembali arah pendidikan Indonesia.

Semangat dan pemikiran Engku Mohammad Sjafei perlu terus diwariskan dan dikembangkan agar pendidikan mampu menjawab tantangan zaman, melahirkan sumber daya manusia berkualitas, serta membangun masyarakat yang mandiri dan berkemajuan.

“Seratus tahun INS Kayutanam adalah warisan pemikiran yang sangat berharga. Kita patut menjaga dan meneruskan semangat Engku Mohammad Sjafei agar pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia yang pintar, tetapi juga manusia yang memiliki karakter, keterampilan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa,” tutup M. Shadiq Pasadigoe. (tim media shadiq/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *