Home / Berita / Berita
Berita

Taslim: Politik Bukan Sesuatu yang Menakutkan bagi Anak Muda

đź“… 08 Nov 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

JAKARTA (8 November): Politik kerap dipersepsikan sebagai dunia yang keras dan menakutkan. Stigma tersebut ingin diubah Partai NasDem melalui Program Remaja Bernegara (RBN) yang mengenalkan pendidikan kewarganegaraan kepada generasi muda sejak dini dengan pendekatan menyenangkan.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim mengatakan, politik merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, anak muda perlu mengenalnya sejak dini.

“Remaja Bernegara ini temuan mutakhir Partai NasDem untuk memberi pembelajaran kewarganegaraan sedini mungkin kepada anak-anak muda. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, politik pasti kita jalani,” kata Taslim seusai menyambut peserta RBN di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11).

Menurutnya, RBN dirancang dengan pendekatan riang gembira melalui empat simulasi yang melibatkan seluruh peserta. Setiap angkatan hanya menerima 20–30 orang dari sekitar 200–300 pendaftar agar pembelajaran lebih efektif.

“Supaya alumni Remaja Bernegara minimal bisa berbicara dan mengerti secara umum tentang apa itu politik,” ujarnya.

Memasuki angkatan ke-31 sepanjang 2026, RBN telah memiliki sekitar 800 alumni. Program ini juga telah menjangkau sejumlah daerah, seperti Biak, Jayapura, Sumatra Barat, Riau, dan Sulawesi Tengah.

Partai NasDem selanjutnya akan menggelar Jambore Remaja Bernegara di Indragiri Hulu, Riau, pada 13–15 November dengan target 1.000 peserta. Kegiatan yang rencananya dibuka Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh itu akan mempertemukan peserta dengan pejabat publik dan pengambil kebijakan di Provinsi Riau.

Taslim mengatakan, misi utama RBN adalah menghapus stigma bahwa politik identik dengan kekerasan, pertentangan, dan sesuatu yang mengerikan. Sebaliknya, politik harus menjadi ruang persahabatan dan persaudaraan.

“Semua alumni yang pernah mengikuti Remaja Bernegara selalu mengatakan politik itu fun, politik itu happy, politik itu bersahabat, politik itu bersaudara,” tuturnya.

Ia juga mengajak kekuatan sosial dan politik lainnya untuk ikut memberikan pendidikan kewarganegaraan kepada generasi muda.

“Supaya politik kita ini menjadi politik yang menggembirakan, politik kasih sayang, politik pertemanan, politik kebangsaan. Itu sebenarnya tujuan kita,” kata Taslim. (WH/AS)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *