Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Pelabuhan Cirebon Vital untuk Penguatan Konektivitas Logistik

📅 19 Jun 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

CIREBON (19 Juni): Pelabuhan Cirebon memiliki potensi strategis yang besar untuk terus menggerakkan perekonomian daerah di masa depan. Oleh karena itu, optimalisasi pelabuhan tersebut harus didorong agar difokuskan pada peningkatan volume perdagangan komoditas antarpulau di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, seusai Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi V DPR ke Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026).

“Tadi disampaikan Sekda dari Kota Cirebon bahwa ada permintaan kerja sama untuk komoditas dari antarpulau antara Cirebon dan Natuna. Ini bisa membuka jalan,” ujar Roberth Rouw.

Legislator NasDem dari Dapil Papua Pegunungan itu menambahkan, kegiatan logistik di pelabuhan legendaris tersebut saat ini terbukti masih sangat aktif dan memiliki denyut nadi yang vital.

“Bersandarnya tujuh kapal tongkang setiap harinya menjadi bukti nyata bahwa Pelabuhan Cirebon masih menjadi jalur distribusi logistik nasional yang penting,” tukas Roberth.

Keberhasilan Pelabuhan Cirebon dalam beberapa bulan terakhir juga diukur dari perannya sebagai pintu keluar utama bagi distribusi komoditas beras. Cirebon yang saat ini mengalami surplus beras berhasil menyalurkan komoditasnya ke berbagai wilayah di luar pulau melalui jalur laut yang dikelola oleh Bulog.

“Melihat besarnya potensi perputaran ekonomi tersebut, harap agar kehadiran Pelabuhan Patimban yang bertaraf internasional di Jawa Barat tidak sampai mematikan pergerakan logistik di Pelabuhan Cirebon,” harap Roberth.

Sebaliknya, tambahnya, kedua pelabuhan tersebut harus saling mendukung operasional satu sama lain. Ia pun secara khusus meminta PT Pelindo selaku pengelola pelabuhan untuk proaktif mengatur integrasi logistik ini.

Dengan demikian, menurut Roberth, Otoritas Pelabuhan dituntut bisa mengelola pembagian beban angkutan secara proporsional sehingga tidak ada fasilitas negara yang nantinya terbengkalai.

“Kami ingin supaya Pelindo menjaga konektivitas antar-pelabuhan agar pembagian pengolahan angkutan pelabuhan ini bisa jalan bersama-sama. Kami minta pelabuhan ini tetap dipertahankan agar eksistensinya tetap hadir,” pungkas Roberth. (dpr.go.id/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *