Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Penyertaan Modal Negara Perluas Akses Kepemilikan Rumah Subsidi

📅 22 Jun 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

BANTUL (22 Juni): Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, menilai Penyertaan Modal Negara (PMN) tunai Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp6,68 triliun kepada PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), efektif memperluas akses Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pekerja sektor informal.

Menurut Fauzi, SMF memperoleh PMN sebesar Rp6,68 triliun yang digunakan untuk memperkuat likuiditas pembiayaan perumahan melalui 12 bank penyalur FLPP.

“SMF ini mendapat PMN sebesar Rp6,68 triliun dan memberikan likuiditas kepada 12 perbankan. Kami melihat langsung di lapangan bahwa program ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah,” ujar Fauzi dalam Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi XI di Perumahan New Bukit Tentrem di Triwidadi, Bantul, DIY, Jumat (19/6/2026).

Kunspek tersebut dalam ramgka meninjau pelaksanaan PMN 2025 yang dialokasikan bagi program KPR FLPP.

Ia menjelaskan, dana yang disalurkan SMF berkontribusi sekitar 25 persen terhadap total pembiayaan rumah subsidi yang dijalankan melalui skema FLPP.

Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung target pembangunan tiga juta rumah yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi XI DPR juga mendalami efektivitas penyaluran pembiayaan kepada kelompok pekerja informal yang selama ini kerap menghadapi kendala dalam mengakses kredit perbankan.

“Yang menarik, stakeholder program ini juga menyasar kelompok non-fixed income seperti pekerja informal, pelaku UMKM, dan buruh. Mereka diberikan kemudahan untuk mendapatkan kredit perumahan dengan biaya yang terjangkau,” katanya.

Lebih lanjut, Fauzi menambahkan keberhasilan program tidak hanya terlihat dari tingginya minat masyarakat, tetapi juga dari rendahnya tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).

“Kami melihat NPL di SMF hanya sekitar 0,4 persen. Ini menunjukkan tata kelola pembiayaan berjalan baik dan risiko program sangat terjaga,” ujarnya.

Komisi XI DPR juga mengapresiasi kualitas hunian yang dibangun melalui skema FLPP. Berdasarkan dialog langsung dengan penghuni Perumahan New Bukit Tentrem, mayoritas mengaku terbantu dengan kemudahan akses pembiayaan yang tersedia.

“Kami bertanya langsung kepada para penghuni dan mereka merasa sangat terbantu. Dari sisi kualitas bangunan dan lingkungan, perumahan yang kami lihat juga sangat baik,” kata Fauzi.

Atas capaian tersebut, Fauzi menilai pemerintah perlu mempertimbangkan penguatan modal bagi SMF pada masa mendatang agar kapasitas pembiayaan perumahan rakyat dapat terus ditingkatkan.

“Menurut saya ini terobosan yang sangat baik dari Kementerian Keuangan dan perlu terus diperkuat karena manfaatnya nyata dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan anggaran, Komisi XI DPR akan terus memantau efektivitas penggunaan PMN agar mampu mendukung percepatan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus membantu mengurangi backlog perumahan nasional. (dpr.go.id/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *