Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Aksi Begal Brutal di Palembang Alarm Keras Kriminalitas Remaja

đź“… 01 Agu 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

PALEMBANG (1 Agustus): Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Lita Machfud Arifin mengungkapkan, meningknya kriminalitas yang melibatkan remaja dan melakukan aksi begal brutal merupakan alam keras. Lita menilai aksi begal brutal yang menimpa seorang pelajar SMP berinisial MA, 14, di Jalan Gresik, Lorong Amal Muslim, Kecamatan Kemuning, Palembang, Sumatra Selatan, sungguh tidak berperikemanusiaan.

“Kami sangat prihatin atas musibah yang menimpa korban. Tindakan pelaku yang menusuk hingga menyeret korban demi merampas sebuah telepon genggam merupakan kekerasan
yang sangat tidak manusiawi. Pemerintah daerah dan dinas terkait harus memastikan korban memperoleh perawatan medis terbaik sampai benar-benar pulih, termasuk pendampingan psikologis atau trauma healing secara berkelanjutan,” tegas Lita saat menjenguk korban di RS Bari Palembang, Sabtu (31/7/2026).

Lita mengungkapkan, kisah korban semakin menyayat hati karena telepon genggam yang dipertahankannya bukanlah barang mewah. Ponsel tersebut dibeli dari hasil menabung selama tiga tahun dengan harga sekitar Rp1 juta. Sebagai anak yatim piatu, korban mempertahankan barang itu karena mengetahui betapa sulitnya mengumpulkan uang untuk memilikinya.

Di sisi lain, Lita menyoroti fakta bahwa salah satu pelaku yang telah ditangkap polisi berinisial MR masih berusia 15 tahun dan berstatus pelajar. Meski demikian, usia pelaku tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi keseriusan penegakan hukum atas tindakan yang telah membahayakan nyawa seseorang.

“Status pelaku sebagai anak yang berhadapan dengan hukum tidak boleh dijadikan celah untuk meremehkan aksi kejahatan brutal seperti ini. Hukum harus ditegakkan secara objektif, adil, dan memberikan efek jera. Ini sudah masuk kategori tindak pidana berat karena mengancam keselamatan korban,” ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI itu menilai kasus ini menjadi peringatan keras terhadap meningkatnya aksi kriminalitas yang melibatkan remaja.

Menurutnya, negara harus mengevaluasi implementasi Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) agar semangat pembinaan tetap berjalan tanpa mengabaikan rasa
keadilan bagi korban dan masyarakat.

“Kasus ini menjadi alarm keras bagi kita semua. Evaluasi harus dilakukan agar penanganan anak yang berhadapan dengan hukum tetap mengedepankan pembinaan, namun juga memberikan keadilan bagi korban. Kita tidak boleh membiarkan aksi kriminalitas remaja dengan tingkat kekerasan seperti ini terus berulang,” katanya.

Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur I itu juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polrestabes Palembang yang bergerak cepat hingga berhasil menangkap satu pelaku. Ia berharap aparat segera menangkap pelaku lain yang masih buron sehingga seluruh proses hukum dapat diselesaikan secara transparan dan profesional.

“Kami mendukung penuh langkah kepolisian untuk menuntaskan penyidikan kasus ini. Masyarakat berhak mendapatkan rasa aman, dan pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, Lita mengimbau masyarakat dan media untuk tidak menyebarluaskan foto maupun video korban tanpa sensor sebagai bentuk perlindungan terhadap hak anak.

“Saya meminta aparat keamanan bersama pemerintah daerah meningkatkan patroli di kawasan yang rawan aksi kejahatan jalanan agar kejadian serupa tidak kembali menimpa warga, khususnya anak-anak dan pelajar,” pungkasnya. (nabil/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *