SORONG (3 Agustus): Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Rico Sia menilai sektor pariwisata di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, bukan sekedar keindahan alam semata, melainkan sebagai potensi besar dan peluang nyata bagi masa depan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Hal tersebut disampaikan Rico saat menggelar sosialisasi strategis pengembangan pariwisata di Aimas Hotel Convention Center, Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf) serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong dibuka dengan ditandai penabuhan tifa tujuh kali oleh pejabat dan tamu undangan.
“Untuk mewujudkan peluang meraih masa depan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, sektor pariwisata daerah harus dibangun di atas pilar-pilar utama, yaitu Amenitas, Aksesibilitas, Inklusivitas, dan Kualitas,” ungkap Rico saat memberikan sambutan.
Yang dimaksud dengan amenitas yang Layak dan Nyaman adalah penyediaan sarana pendukung seperti akomodasi, restoran, sanitasi, dan fasilitas umum yang bersih dan memadai. Amenitas yang unggul akan memberikan pengalaman berkesan sehingga meningkatkan kepuasan dan durasi lama tinggal (length of stay) para wisatawan.
Sedangkan Aksesibilitas yang mudah dan terintegrasi artinya adanya keterhubungan moda transportasi serta kemudahan akses menuju lokasi wisata menjadi kunci utama agar potensi keindahan alam Kabupaten Sorong dapat dijangkau oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Untuk pariwisata inklusif artinya adalah pembangunan pariwisata harus melibatkan dan merangkul seluruh elemen masyarakat, khususnya Masyarakat Asli Papua (OAP). Seluruh lapisan masyarakat harus menjadi pelaku utama sekaligus merasakan dampak ekonomi secara langsung dari ekosistem pariwisata ini.
Sedangkan yang dimaksud dengan kualitas pelayanan dan tata kelola adalah peningkatan kapasitas SDM dan standar pelayanan harus terus diasah agar destinasi di Kabupaten Sorong mampu bersaing secara kompetitif dengan standar nasional maupun internasional.
”Pariwisata Kabupaten Sorong memiliki potensi besar dan peluang nyata masa depan. Melalui ketersediaan amenitas yang memadai, aksesibilitas yang baik, serta pendekatan yang inklusif dan berkualitas, kita tidak hanya menjual destinasi tetapi juga membangun kesejahteraan masyarakat secara nyata,” tandas Rico Sia.
Sedangkan arahan dan apresiasi dari Kemenparekraf disampaikan melalui sambutan tertulis Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, yang dibacakan langsung oleh Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II, Asep Saifullah.
Dalam sambutan tertulis tersebut, Kemenparekraf menekankan tiga kata kunci utama bagi pengelolaan pariwisata di Kabupaten Sorong, yaitu Adaptasi, Inovasi, dan Kolaborasi. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, serta pengelola destinasi menjadi faktor krusial untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan.
Forum ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi pengelola destinasi, memperbaiki tata kelola fasilitas pendukung, serta menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak utama pembangunan di Kabupaten Sorong. (Isty/*)
0 Komentar