JAKARTA (15 September): Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, mengingatkan pemerintah agar momentum bonus demografi di Indonesia diikuti dengan upaya serius meningkatkan kualitas generasi sejak dini. Menurutnya, besarnya jumlah penduduk usia produktif akan menjadi peluang bagi bangsa apabila didukung kesehatan, pendidikan, keterampilan, serta keluarga yang mampu tumbuh secara berkualitas.
Nurhadi mengatakan Indonesia pada 2025 memiliki sekitar 284 juta penduduk dengan 69,3% berada pada usia produktif. Kondisi tersebut harus diikuti dengan pembangunan keluarga yang kuat, termasuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan terhindar dari stunting.
“Bonus demografi tidak otomatis menjadi bonus bagi bangsa. Baru akan menjadi bonus kalau penduduk usia produktif ini sehat, berkualitas dalam pendidikan, memiliki keterampilan, memperoleh pekerjaan yang layak, termasuk membangun keluarga yang berkualitas dan anak-anak yang tumbuh tanpa stunting,” ujar Nurhadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, pencegahan stunting menjadi bagian penting dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Intervensi perlu dimulai dari penguatan keluarga, kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, hingga edukasi mengenai pola pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
Nurhadi juga mempertanyakan kontribusi konkret Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) dalam memanfaatkan bonus demografi sekaligus memperkuat kualitas keluarga. Ia meminta kementerian memastikan program pembangunan kependudukan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas manusia.
“Pertanyaan saya terkait kita mengalami fase bonus demografi ini, kontribusi yang nyata Kemendukbangga apa untuk bisa menghasilkan manusia yang berkualitas dan tentu keluarga yang tangguh dan berkualitas?” tegas Nurhadi. (uta/*)
0 Komentar