Home / Berita / Berita
Berita

HAM Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari

đź“… 29 Sep 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

PADANG (29 September): Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Dr. (H.C.) Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M., membuka kegiatan Implementasi Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia (P5HAM) Provinsi Sumatra Barat di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Padang H. Fadly Amran, BBA., perwakilan Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatra Barat, Dewi Nofventi, S.H., M.H., jajaran Forkopimda, unsur TNI dan Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta peserta kegiatan.

Dalam sambutannya, Shadiq menegaskan bahwa hak asasi manusia bukan sekadar persoalan regulasi, melainkan menyangkut penghormatan terhadap martabat dan kehidupan setiap manusia.

“HAM bukan hanya persoalan aturan. HAM adalah tentang manusia. Tentang bagaimana setiap warga negara dihormati martabatnya, dilindungi haknya, dipenuhi kebutuhan dasarnya, mendapatkan keadilan, dan memperoleh pelayanan publik yang baik,” ujar Shadiq.

Menurutnya, prinsip P5HAM harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, tempat kerja, nagari, kelurahan hingga pemerintahan.

P5HAM mencakup lima prinsip utama, yaitu Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM. Kelima prinsip tersebut menjadi landasan penting dalam mendorong kebijakan, pelayanan publik, dan pembangunan yang menempatkan manusia serta martabatnya sebagai bagian utama.

Shadiq menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik.

“Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat merasa aman, mendapatkan keadilan, memperoleh pelayanan yang layak, dan hak-haknya terlindungi,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap implementasi P5HAM tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi atau pemahaman secara teoritis, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah hadir. DPR hadir. Aparat penegak hukum hadir. Tokoh masyarakat hadir. Dan yang paling penting, masyarakat juga harus menjadi bagian aktif dalam menjaga dan memperjuangkan penghormatan terhadap HAM,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Shadiq juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatra Barat, Pemerintah Kota Padang, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, aparat penegak hukum, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk mewujudkan Sumatra Barat dan Kota Padang yang maju, berkeadilan, bermartabat, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Menurutnya, P5HAM merupakan pendekatan yang menempatkan penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai bagian integral dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Penghormatan diwujudkan melalui sikap dan tindakan untuk tidak melanggar atau mengurangi hak orang lain. Perlindungan merupakan kewajiban untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari tindakan sewenang-wenang maupun kekerasan.

Selanjutnya, pemenuhan dilakukan melalui penyediaan fasilitas dan akses agar hak-hak dasar masyarakat dapat diwujudkan. Penegakan diwujudkan melalui proses hukum yang adil terhadap setiap dugaan pelanggaran HAM, sedangkan pemajuan dilakukan melalui peningkatan kesadaran, budaya hukum, dan pemahaman HAM di tengah masyarakat.

Implementasi P5HAM juga diarahkan untuk memberikan perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan khusus. Shadiq secara resmi membuka kegiatan Implementasi P5HAM Provinsi Sumatra Barat.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Implementasi Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia di Provinsi Sumatra Barat, pada hari Selasa, 29 September 2026, bertempat di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, dengan ini secara resmi saya buka,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang sadar hukum, menghormati HAM, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.

“HAM kita junjung setiap hari, untuk masyarakat yang adil dan berkeadaban,” tutup Shadiq. (tim media shadiq/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *