PADANG (3 Oktober): Penguatan Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia (P5HAM) di Sumatra Barat mendapat sambutan antusias dari berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan yang digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Jalan Bagindo Aziz Chan, Aia Pacah, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (2/10/2026), menjadi ruang edukasi dan dialog untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari.
PADANG (2 Oktober): Penguatan Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia (P5HAM) di Sumatra Barat mendapat sambutan antusias dari berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan yang digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Jalan Bagindo Aziz Chan, Aia Pacah, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (2/10/2026), menjadi ruang edukasi dan dialog untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dr. (H.C.) Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M., anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, bekerja sama dengan Kementerian Hak Asasi Manusia.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Antusiasme peserta terlihat dalam mengikuti pemaparan materi maupun sesi dialog dan tanya jawab.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nashir, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Bapak Ecky Fajrian Eddy, S.E., M.H.
Maigus Nashir: Kesadaran HAM Harus Menjadi Bagian Kehidupan Masyarakat
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nashir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pentingnya membangun kesadaran HAM di tengah masyarakat.
Menurut Maigus, penghormatan terhadap hak asasi manusia merupakan bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, tertib, adil, dan bermartabat.
Ia juga mengapresiasi kegiatan penguatan P5HAM yang dinilai menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk memperoleh pemahaman mengenai hak sekaligus kewajibannya.
Maigus berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan semakin banyak unsur masyarakat.
Kanwil Kementerian HAM Sumbar Dorong Implementasi P5HAM
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kementerian HAM Sumatera Barat, Ecky Fajrian Eddy, S.E., M.H., yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat, menekankan pentingnya implementasi P5HAM secara nyata.
Ia menyampaikan bahwa penghormatan dan perlindungan HAM bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Pemahaman HAM, menurutnya, perlu terus diperkuat agar masyarakat mengetahui haknya, menghormati hak orang lain, serta mampu berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan.
HAM bukan Sekadar Aturan
Dalam sambutannya, Shadiq Pasadigoe, menegaskan bahwa HAM tidak boleh berhenti sebagai norma, aturan, atau wacana, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“HAM bukan hanya persoalan aturan. HAM adalah tentang manusia dan martabatnya. Setiap warga negara harus dihormati, dilindungi haknya, serta mendapatkan kesempatan yang adil dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujar Shadiq.
Menurutnya, penguatan literasi HAM sangat penting agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya sekaligus memiliki kesadaran untuk menghormati hak orang lain.
“Pemerintah hadir, DPR hadir, aparat penegak hukum hadir, dan masyarakat juga harus menjadi bagian aktif dalam membangun budaya HAM,” tegasnya.
Shadiq menilai pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus tercermin dari semakin baiknya perlindungan terhadap masyarakat, akses terhadap pelayanan publik, rasa aman, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
Shadiq juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh institusi dan lembaga pelayanan publik untuk terus memperkuat implementasi P5HAM.
Ia berharap pemerintah di semua tingkatan memastikan kebijakan dan pelayanan publik benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat serta menghormati hak-hak warga negara.
“Saya berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus memperkuat kebijakan dan pelayanan publik yang berorientasi pada penghormatan dan perlindungan HAM. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan hak-haknya,” kata Shadiq.
Kepada TNI dan Polri, ia berharap pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban senantiasa berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan prinsip penghormatan terhadap martabat manusia.
“TNI dan Polri merupakan institusi penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dalam menjalankan tugasnya, nilai-nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta prinsip hukum harus terus menjadi landasan,” ujarnya.
Shadiq pun mendorong pemerintah daerah memperluas edukasi HAM hingga ke tingkat kelurahan, nagari, sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas masyarakat.
Dengan demikian, P5HAM tidak hanya dipahami oleh aparatur pemerintah, tetapi menjadi bagian dari kesadaran dan budaya masyarakat.
Shadiq menekankan bahwa implementasi P5HAM membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
“Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. DPR, pemerintah daerah, TNI, Polri, lembaga negara, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, organisasi masyarakat, dan seluruh warga harus bersama-sama membangun budaya HAM,” katanya.
Menurutnya, budaya HAM harus dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati perbedaan, tidak melakukan diskriminasi, menghargai martabat orang lain, memberikan pelayanan secara adil, serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta dari berbagai lapisan masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti materi penguatan P5HAM dan aktif dalam sesi tanya jawab.
Berbagai pertanyaan dan pandangan disampaikan peserta mengenai persoalan HAM dalam kehidupan masyarakat, pelayanan publik, perlindungan kelompok masyarakat, serta pentingnya memastikan hak warga negara dapat terpenuhi.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai HAM menjadi perhatian penting masyarakat dan membutuhkan ruang dialog yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan itu, masyarakat diharapkan semakin memahami lima prinsip utama P5HAM, yaitu Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia.
Shadiq berharap kegiatan penguatan P5HAM tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi menghasilkan kesadaran dan tindakan nyata.
“HAM harus kita junjung setiap hari. Bukan hanya ketika ada kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari perilaku, pelayanan, dan kebijakan kita dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara DPR RI, Kementerian HAM, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam membangun budaya HAM di Sumatera Barat.
Dengan semakin kuatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat, diharapkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia semakin nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (tim media shadiq/*)
0 Komentar