Garnita NasDem Prihatin Kekerasan terhadap Anak

0

MAKASSAR (16 Mei): Garda Wanita (Garnita) Partai NasDem prihatin melihat kekerasan yang terus terjadi terhadap anak dan perempuan, termasuk di Sulawesi Selatan. Sebagai bentuk keprihatinan itu, Garnita NasDem menggelar diskusi dengan tema ‘Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak’ di Makassar, Sulsel, Minggu (15/5).

“Diskusi ini sebagai bentuk keprihatinan Garnita NasDem Sulsel, terhadap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi akhir-akhir ini di Sulsel dan Makassar pada khususnya,” kata Ketua Garnita NasDem Sulsel Rachmatika Dewi.

Dikemukakan, meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun Pemkot Makassar sehingga dapat melakukan langkah-langkah pencegahan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Ini merupakan awal komitmen kami dengan semua elemen masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Beberapa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di kota Makassar, dilakukan oleh orang-orang terdekat dengan korban, yang tidak diketahui oleh masyarakat sekitar atau lingkungannya,” ujar Dewi yang juga anggota DPRD Sulsel itu.

Melihat maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, Fraksi NasDem DPR RI maupun Fraksi NasDem di DPRD seluruh Indonesia berencana mendorong regulasi dalam Prolegnas untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.

“Paling tidak, kita bisa berteriak bersama, karena perempuan punya peran untuk memajukan bangsa,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulsel Jeannete Sri Sajekti mengatakan saat ini masyarakat masih menilai perempuan sebagai warga kelas dua. Padahal, perempuan bukan sekadar pelengkap, karena peran perempuan sama dengan pria.

Sedangkan Kanit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polrestabes Makassar Iptu Ginandra Putri mengatakan berdasarkan laporan yang masuk, kasus kekerasan terhadap anak di Kota Makassar, terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data, tahun 2012 jumlah kasus yang ditangani Polrestabes Makassar sebanyak 146 kasus, kemudian naik menjadi 196 kasus pada 2013, naik lagi menjadi 259 kasus pada tahun 2014. Namun pada tahun 2015 terjadi penurunan jumlah kasus kekerasan terhadap permepuan dan anak.*

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: