JAKARTA (21 Mei): Banyak orang menikmati kekayaan laut Indonesia tanpa benar-benar tahu bagaimana negeri ini bisa diakui sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Di balik luasnya wilayah laut Indonesia, hari ini, ada perjuangan diplomasi panjang yang tak kalah dramatis dari film layar lebar.
Kisah itulah yang akan diangkat dalam pemutaran dan diskusi film dokumenter 12 Mile: Guiding the Archipelago yang digelar DPP Partai NasDem di Auditorium Perpustakaan Panglima Itam, NasDem Tower, Senin (25/5).
Film ini mengabadikan perjuangan Mochtar Kusumaatmadja, pakar hukum laut internasional, sekaligus diplomat Indonesia yang menjadi tokoh penting di balik pengakuan dunia terhadap konsep negara kepulauan Indonesia melalui United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.
Lewat perjuangan diplomasi di forum internasional, Indonesia berhasil memperluas batas laut dari 3 mil menjadi 12 mil. Dampaknya bukan hanya mempertegas kedaulatan maritim nasional, tetapi juga mengubah cara dunia memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah nusantara.
Partai NasDem menilai, sejarah besar seperti ini penting dikenalkan kembali, terutama kepada generasi muda. Pemutaran film akan dilanjutkan dengan diskusi bersama sejumlah tokoh dan pakar.
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya akan memberi pengantar diskusi. Sementara itu, narasumber yang hadir antara lain Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kementerian Luar Negeri Andy Aron, Kepala Lab 45 Jaleswari Pramodhawardani, serta sutradara film 12 Mile: Guiding the Archipelago, Tubagus Deddy. Diskusi akan dipandu oleh Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini.
Acara dimulai pada Senin (25/5) pukul 14.00 WIB dan terbuka untuk umum. Peserta dapat melakukan pendaftaran melalui QR code yang tersedia pada flyer kegiatan.
Lewat film dan diskusi ini, Partai NasDem ingin mengajak publik melihat bahwa kedaulatan Indonesia tidak hadir begitu saja. Ada gagasan, perjuangan, dan diplomasi panjang yang membuat laut Indonesia tetap utuh hingga hari ini.
(WH/AS)
0 Komentar