JAKARTA (22 Juli): Ketua Umum Garda Pemuda (GP) NasDem periode 2026–2031 Prananda Surya Paloh menegaskan, investasi pada sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan menjadi kunci dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Hal itu disampaikan Prananda pada ajang Kongres II GP NasDem di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/7). Menurut Prananda, generasi muda Indonesia kini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Transformasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), disrupsi teknologi digital, perubahan pola kerja melalui gig economy, krisis iklim, ancaman ketahanan pangan dan energi, hingga penyebaran disinformasi, menjadi tantangan nyata yang membutuhkan respons kebijakan progresif.
“Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat pembangunan. Pemuda harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam transformasi nasional,” ujar Prananda.
Ia mengatakan, tantangan global berupa rivalitas geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia juga turut memengaruhi peluang kerja serta daya saing generasi muda Indonesia.
Karena itu, Prananda mendorong pemerintah untuk semakin serius berinvestasi pada pembangunan manusia, memperkuat pendidikan dan literasi digital, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi anak muda dalam proses pengambilan keputusan publik.
Sebagai arah gerakan organisasi ke depan, Kongres II GP NasDem menetapkan delapan agenda strategis. Agenda tersebut mencakup peningkatan investasi SDM melalui pendidikan, pelatihan vokasi, penguasaan teknologi dan kepemimpinan, penguatan Ekonomi Pancasila berbasis koperasi dan UMKM, kedaulatan pangan dan energi, penguatan pendidikan dan literasi, restorasi demokrasi dan meritokrasi, diplomasi kepemudaan, kepastian hukum, serta pembangunan olahraga.
Prananda menegaskan, delapan agenda tersebut menjadi komitmen GP NasDem untuk memastikan pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.
“Investasi pada manusia, pendidikan, dan penguasaan teknologi harus menjadi fondasi utama agar pemuda Indonesia mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi kekuatan penggerak transformasi nasional,” tegasnya.
(WH/AS)
0 Komentar