JAKARTA (30 Oktober): Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memimpin pertemuan Friendly Talk Delegasi Sub Komite Hak Asasi Manusia (HAM) Parlemen Eropa dengan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
BKSAP mendorong penyelesaian berbagai konflik global melalui dialog dan diplomasi.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua GKSB DPR RI-Parlemen Uni Eropa Kurniasih Mufidayati. Sedangkan delegasi Parlemen Eropa dipimpin Ketua Sub Komite HAM Parlemen EU, Mounir Satouri.
Sahroni mengungkapkan, diskusi berlangsung dengan baik meski waktu yang tersedia cukup terbatas. Menurutnya, Delegasi Parlemen Eropa banyak menanyakan pandangan DPR RI terhadap berbagai persoalan global, terutama yang berkaitan dengan hak asasi manusia.
“Diskusi tadi sangat baik meskipun waktunya cukup terbatas. Mereka banyak bertanya mengenai bagaimana sikap parlemen Indonesia terhadap berbagai persoalan besar di dunia, khususnya terkait isu hak asasi manusia,” ujar Sahroni.
Salah satu isu yang mengemuka dalam dialog tersebut adalah konflik Rusia dan Ukraina. Menurut Sahroni, Delegasi Parlemen Eropa berharap Indonesia terus mendukung upaya penyelesaian konflik dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Menanggapi hal itu, Sahroni menegaskan bahwa Indonesia berharap perang dapat segera berakhir agar tidak terus menimbulkan korban jiwa.
“Mudah-mudahan pemerintah kita tetap menjaga soliditas sikapnya, dan kita semua berharap perang ini segera berakhir agar tidak ada lagi nyawa yang hilang akibat peperangan,” ujar Sahroni.
Legislator NasDem dari Dapil Jakarta III itu juga menekankan pentingnya persatuan para pemimpin dunia dalam mencari solusi damai atas berbagai konflik internasional.
“Saya menyampaikan bahwa para pemimpin dunia harus bersatu untuk menyelesaikan persoalan perang dengan sungguh-sungguh sehingga tidak ada lagi manusia yang meninggal sia-sia akibat konflik,” pungkas Sahroni.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan parlemen Indonesia dan Parlemen Eropa sekaligus memperdalam dialog mengenai hak asasi manusia, demokrasi, serta berbagai tantangan global yang memerlukan kerja sama internasional. (dpr.go.id/*)
0 Komentar