PANGKALPINANG (9 September): Salah satu masalah utama yang dihadapi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Rintisan Pantai Telapak Anti di Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung adalah ketiadaan listrik dan internet.
“Desa ini sebenarnya punya potensi besar, namun tidak adanya listrik dan internet membuat pengelolaan dan promosi wisata terhambat. Pemerintah daerah mestinya bisa mengupayakan hal ini,” ungkap anggota Panitia Kerja (Panja) Standarisasi Desa dan Kampung Wisata Komisi VII DPR RI Rico Sia, saat mengunjungi Pantai Telapak Antu di Pangkalpinang, Babel, Senin (8/9/2025).
Rico juga menambahkan, selain persoalan infrastruktur dasar, pencemaran lingkungan yang bersumber dari aktivitas pertambangan PT Timah di sekitar kawasan wisata juga menjadi masalah lain. Ia menilai kondisi tersebut berdampak pada kualitas lingkungan, khususnya perairan pesisir.
“Tadinya air di kawasan ini jernih dengan pasir putih. Namun kini sudah dipenuhi lumpur sehingga merusak estetika wisata bahari. Kami berharap PT Timah melalui program CSR (corporate social responsibility) bisa ikut berperan memperbaiki kondisi ini,” jelas Rico
Legislator NasDem dari Dapil Papua Barat Daya itu juga menyarankan agar perusahaan lain di sekitar kawasan, termasuk pengelola bandara, dapat memberikan kontribusi CSR untuk mendukung pembangunan desa wisata. Menurutnya, bantuan tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk pembangunan homestay, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Terkait langkah selanjutnya, Rico memastikan hasil kunjungan kerja panja akan dibawa dalam rapat kerja maupun rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kementerian Pariwisata.
“Temuan di lapangan ini akan menjadi masukan dalam penyusunan regulasi, termasuk RUU yang saat ini tengah kami siapkan,” pungkas Rico.
(dpr.go.id/*)
0 Komentar