Legislator NasDem Dorong Pengembangan Listrik Tenaga Surya di NTT
LABUAN BAJO (10 April): Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, mendorong PLN melalui Nusantara Power untuk menangkap peluang besar pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gagasan itu menyusul adanya langkah proaktif dari pemerintah daerah yang bersedia menyiapkan payung hukum terkait energi terbarukan.
Dalam diskusinya bersama Bupati Manggarai Barat, Fasha mengungkapkan bahwa daerah tersebut telah menyiapkan peraturan daerah (perda) mengenai PLTS. Menurutnya, potensi panas matahari di NTT sangat luar biasa sehingga sangat layak untuk pengembangan skala besar, tidak hanya skala kecil seperti yang sudah ada di beberapa titik di Kupang.
“Potensi untuk PLTS di sini sangat besar sekali. Tadi saya sampaikan kepada Pak Bupati (Manggarai Barat) jika Perda sudah ada, segera keluarkan Penlok (Penetapan Lokasi). Jadi lokasi mana saja nanti yang akan digarap oleh swasta maupun PLN nantinya,” ujar Syarif dalam pertemuan Komisi XII DPR dengan Ditjen Migas dan Ditjen Kelistrikan Kementerian ESDM, Pertamina, PLN, dan Pertamina Patra Niaga, di Manggarai Barat, Kamis (9/4/2026).
Fasha menilai langkah penetapan lokasi ini krusial untuk mencegah terjadinya konflik sosial di kemudian hari. Ia berkaca pada status NTT, khususnya Manggarai Barat, sebagai destinasi wisata super prioritas. Sehingga, kesiapan tenaga listrik harus dikedepankan demi mendukung Labuan Bajo sebagai Proyek Strategis Nasional.
“Jangan sampai nanti, karena ini adalah destinasi wisata seperti Pulau Bali, begitu nanti pemerintah sudah membuat PERDA, begitu investor masuk, masyarakat protes karena tidak mau dibangun investasi baik itu yang bersifat yang dikerjakan oleh Pertamina maupun PLN,” tegasnya.
Selain menyoroti energi terbarukan, Fasha juga mengingatkan Pertamina Patra Niaga dan PLN mengenai pentingnya ketersediaan energi untuk mendukung sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah berjalan di Bumi Flobamora.
Ia menekankan bahwa keberadaan PSN dengan nilai investasi yang besar menuntut dukungan BBM dan listrik yang stabil, baik pada tahap konstruksi maupun pasca-penyelesaian.
“NTT ini ada beberapa PSN dan nilainya cukup besar juga. Kalau ada PSN, beberapa PSN, berarti membutuhkan dukungan BBM dan juga dukungan energi listrik. Baik pada saat proses pelaksanaan maupun pasca penyelesaian nantinya. Nah yang peluang-peluang untuk ini harus segera disiapkan,” katanya.
Legislator NasDem itu meminta PLN dan Pertamina untuk segera memetakan kebutuhan energi di titik-titik strategis tersebut guna memastikan seluruh proyek pembangunan nasional di NTT dapat berjalan sesuai target tanpa kendala pasokan energi. (dpr.go.id/*)