Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Syarif Fasha Ingatkan Pentingnya Kualitas Pelayanan Rumah Sakit

📅 15 Jun 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

SURABAYA (15 Juni): Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Syarif Fasha, mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan administrasi di rumah sakit, terutama pada fasilitas kesehatan yang telah memiliki peralatan medis modern dan sumber daya manusia yang mumpuni.

“Biasanya rumah sakit yang sudah canggih peralatan maupun sumber daya manusianya itu bermasalah di administrasi awal,” kata Fasha dalam kunjungan BURT DPR RI ke National Hospital Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026).

Hal tersebut menjadi perhatiannya lantaran pelayanan administrasi kerap menjadi titik lemah yang memengaruhi kepuasan pasien. Meski demikian, ia mengapresiasi fasilitas dan layanan medis yang dimiliki rumah sakit tersebut, namun mengingatkan agar manajemen tidak mengabaikan aspek pelayanan administrasi di lini terdepan.

Menurutnya, pasien kerap menghadapi kendala saat proses pendaftaran atau verifikasi administrasi, terutama ketika tidak membawa kartu asuransi atau dokumen tertentu. Kondisi tersebut, katanya, dapat menimbulkan kesan bahwa pasien dipersulit untuk memperoleh layanan kesehatan.

“Kadang-kadang pihak front office terlalu banyak pertanyaan atau persyaratan yang harus dilengkapi. Terkadang kita, baik anggota dewan maupun masyarakat lainnya, suka lupa membawa kartu asuransi karena sering bepergian ke berbagai daerah. Dalam beberapa kasus yang saya temukan, administrasinya justru dipersulit,” ujarnya.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu berharap pengalaman serupa tidak terjadi di National Hospital Surabaya. Di sisi lain, ia menilai pelayanan administrasi yang cepat, ramah, dan solutif merupakan bagian penting dari kualitas layanan rumah sakit secara keseluruhan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan manajemen agar melakukan pengawasan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh staf di lapangan. Pasalnya, pelayanan yang baik tidak hanya ditunjukkan melalui tindakan medis, tetapi juga melalui proses administrasi dan pelayanan pascatindakan yang diterima pasien.

“Saya mengingatkan National Hospital supaya jangan sampai hal-hal kecil seperti itu terjadi karena ketidaktahuan pimpinan terhadap perilaku staf di bawah. Pelayanan harus menjadi concern nomor satu. Kalau pelayanan tindakan sudah baik, maka pelayanan administrasi dan pelayanan pascatindakan juga harus menjadi perhatian,” tegasnya. (dpr.go.id/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *