SLEMAN (7 Agustus): Persoalan sampah rumah tangga di Yogyakarta masih belum sepenuhnya terselesaikan. Terbatasnya lahan kota yang padat, serta tingginya volume sampah harian membuat tata kelola harus diperbaiki. Kondisi itu mendorong anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Subardi menyerahkan bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah di Padukuhan Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY.
Sampah harian rumah tangga di DIY mencapai sekitar 260-300 ton per hari. Sebagian besar berupa sampah organik yang semestinya bisa dipilah sejak dari rumah tangga.
Menurut Subardi, bantuan kendaraan tersebut diharapkan dapat membuat penumpukan sampah lebih cepat terurai dengan pola swadaya.
“Ini aspirasi warga yang memang kesulitan membuang sampah ke depo. Dengan pola swadaya, kendaraan ini akan mengurangi penumpukan sampah di lingkungan Papringan dan sekitarnya,” kata Subardi seusai penyerahan bantuan di Halaman Masjid Shirothul Jannah, Papringan, Jumat (7/8/2026).
Bantuan itu merupakan kerja sama kemitraan antara Komisi VI dan PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI). Dua unit kendaraan senilai Rp72 juta itu diserahkan secara resmi kepada warga dengan disaksikan oleh Dukuh Papringan, Nur Hamid, ketua RT RW se-Padukuhan Papringan, serta tokoh masyarkat setempat. Rencananya, Subardi akan menambah bantuan tiga unit kendaraan pengakut sampah sampai akhir 2026.
Dukuh Papringan, Nur Hamid menyampaikan apresiasi kepada Subardi. Ia menceritakan aspirasi ini berasal dari musyawarah warga untuk dapat memiliki kendaraan pengangkut sampah sendiri. Nur Hamid bersyukur Subardi memperjuangkan aspirasinya. Adanya bantuan ini akan mempercepat pembuangan ke TPS 3R atau Depo.
“Mbah Bardi memahami kendala yang dirasakan warga. Papringan ini termasuk Padukuhan yang padat penduduk sehingga persoalan sampah memang belum menemukan solusi. Dengan bantuan ini warga bisa membuang ke depo secara langsung. Kita juga sudah ada kerja sama dengan Depo,” ujar Nur Hamid.
Depo atau TPS 3R adalah tempat pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, dan pendauran ulang sampah dalam skala kawasan. Depo menerapkan prinsip Reduce Reuse, dan Recycle untuk mengurangi volume sampah sejak dari rumah tangga agar hanya sisa sampah atau residu saja yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Bantuan kendaraan pengangkut sampah yang akan dikelola secara swadaya akan mendorong warga semakin tertib memilah sampah (organik dan anorganik). Subardi yakin bantuan ini akan mempercepat alur pembuangan sampah dan membentuk gerakan sadar sampah. (nk/*)
0 Komentar