ACEH TAMIANG (24 Juli): Keberadaan hunian sementara (huntara) korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh dinilai sudah lebih manusiawi bagi warga terdampak bencana sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) di area relokasi. Huntara yang layak dan memenuhi kebutuhan dasar penyintas sudah sepantasnya mendapat apresiasi.
“Menurut saya sangat luar biasa peran pemerintah dalam meringankan beban para korban. Ini sudah layak untuk kehidupan keluarga, fasilitasnya lengkap, ada sanitasi, ada air minum. Walaupun bangunan sementara, tetapi cukup memadai dan nyaman, jauh lebih baik daripada tinggal di tenda,” ungkap anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Subardi saat Knjungan Kerja Reses Komisi VI di Aceh Tamiang, Rabu (22/7/2026).
Legislator NasDem dari Dapil DIY itu juga mengapresiasi dimulainya pembangunan huntap bagi masyarakat terdampak. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan para korban dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Saya dengar sudah mulai dibangunkan rumah tetap di lokasi relokasi. Itu sangat luar biasa, betul-betul manusiawi. Mudah-mudahan para korban cepat pulih dari trauma, sehingga bisa bekerja kembali, berkarya kembali, dan hidup normal sebagaimana warga negara yang lain,” tukas Mbah Bardi, sapaan akrab Subardi.
Lebih lanjut Ketua DPW NasDem DIY itu juga menilai penanganan bencana di Aceh Tamiang menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN Karya. Menurutnya, keterlibatan BUMN mempercepat pembangunan Huntara maupun pemulihan infrastruktur pascabencana.
“Semua BUMN Karya dikerahkan di sini, sehingga dalam waktu pendek bisa diselesaikan. Tadi laporannya sekitar 50 hari sudah selesai. Ini menunjukkan koordinasi pemerintah pusat, daerah, dan BUMN berjalan sangat baik dalam penanganan bencana,” pungkasnya. (dpr.go.id/*)
0 Komentar